Pembebasan lahan Tol Trans Sumatera melaju kencang



JAKARTA. Proses pembebasan lahan untuk pembangunan Tol Trans Sumatera berjalan cepat. Berdasarkan data Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, selama enam bulan terakhir, proses pembebasan lahan bisa mencapai 174 kilometer.

Hediyanto W Husaini, Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengatakan, cepatnya pembebasan lahan tersebut salah satunya disebabkan oleh berlakunya UU Pengadaan Lahan untuk Pembangunan bagi Kepentingan Umum. Dia optimis, kecepatan pembebasan lahan tersebut akan kembali terjadi pada tahun 2016 ini.

Bahkan, dia optimis, pada tahun ini pembebasan lahan jalan Tol Trans Sumatera bisa selesai sampai 630 kilometer. "Tapi itu dengan syarat, anggarannya ada," kata Hedi Senin (1/2) malam.


Hedi mengatakan, untuk membebaskan lahan Tol Trans Sumatera termasuk juga Trans Jawa, dibutuhkan dana sampai dengan Rp 6,7 triliun. Sampai saat ini, alokasi anggaran tersebut belum masuk dalam APBN 2015.

"Sekarang belum teralokasi kita harapkan nanti APBN-P bisa teralokasi," katanya

JAKARTA. Proses pembebasan lahan untuk pembangunan Tol Trans Sumatera berjalan cepat. Berdasarkan data Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, selama enam bulan terakhir kemarin, proses pembebasan lahan bisa mencapai 174 kilometer.

Hediyanto W Husaini, Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengatakan, cepatnya pembebasan lahan tersebut salah satunya disebabkan oleh berlakunya UU Pengadaan Lahan untuk Pembangunan bagi Kepentingan Umum. Dia optimis, kecepatan pembebasan lahan tersebut akan kembali terjadi pada tahun 2016 ini.

Bahkan, dia optimis, pada tahun ini pembebasan lahan jalan Tol Trans Sumatera bisa selesai sampai 630 kilometer. "Tapi itu dengan syarat, anggarannya ada," kata Hedi Senin (1/2) malam.

Hedi mengatakan, untuk membebaskan lahan Tol Trans Sumatera termasuk juga Trans Jawa, dibutuhkan dana sampai dengan Rp 6,7 triliun. Sampai saat ini, alokasi anggaran tersebut belum masuk dalam APBN 2015.

"Sekarang belum teralokasi kita harapkan nanti APBN-P bisa teralokasi," katanya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dikky Setiawan