Pembentukan holding BUMN farmasi molor, hingga saat ini belum terealisasi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian BUMN berencana membentuk holding empat perusahaan-perusahaan farmasi, yakni  PT Bio Farma, PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Indofarma Tbk (INAF) dan PT Phapros Tbk (PEHA).

Rencananya, holding farmasi ini akan terealisasi pada akhir semester satu 2019, namun hingga saat ini masih belum berlangsung. 

Berdasarkan data yang dihimpun Kontan.co.id, PT Bio Farma digadang-gadang menjadi induk holding BUMN tersebut.  Sayangnya, ketika PT Bio Farma ditanya lebih lanjut mengenai hal ini, mereka enggan berkomentar. 


"Terkait holding kewenangan menjawabnya ada di pemegang saham, Kementerian BUMN," kata Head of Corporate Communications Bio Farma, Iwan Setiawan ketika dihubungi Kontan.co.id, Rabu (24/7). 

Pada kesempatan sebelumnya, disampaikan bahwa Bio Farma dan KAEF adalah kandidat terkuat untuk menjadi induk holding BUMN. Akan tetapi, mengacu holding yang pernah dilakukan sebelumnya, induk holding adalah perusahaan yang 100% dimiliki negara.

KAEF saat ini tercatat sebagai perusahaan terbuka dengan 554 juta sahamnya atau setara 9,97% dari total saham dimiliki oleh publik. Kemungkinan besar Bio Farma yang akan menjadi induk holding namun hal ini belum dikonfirmasi oleh Bio Farma. 

PT Bio Farma (Persero) merupakan produsen vaksin dan antisera yang berbasis di Bandung, Jawa Barat. Tak hanya untuk didistribusikan dalam negeri, Bio Farma juga banyak mengekspor ke negara lain. Seperti India, Pakistan,Turki, dan Honduras.

Perusahaan pelat merah lain yang bergabung dalam holding adalah PT Indofarma (INAF). Berdasar data yang dihimpun Kontan.co.id sebelumnya, Direktur Keuangan INAF Herry Triyatno bilang dengan pemetaan masing-masing perusahaan akan mendapati spesialisasinya.

Ia mencontohkan INAF dengan line-up produk generik, herbal dan bahan baku. Sekadar informasi, INAF menargetkan akan ada 9  kerjasama baik Joint Operation maupun Joint Venture untuk meningkatkan  portofolio produk yang punya margin tinggi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .