KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tingginya angka pengangguran dan minimnya partisipasi perempuan muda dalam dunia kerja masih menjadi tantangan di sejumlah daerah, termasuk Banten. Peningkatan keterampilan dan kesiapan kerja menjadi salah satu upaya agar perempuan muda memiliki daya saing lebih baik sekaligus peluang memperoleh pekerjaan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Banten mencapai 6,69%. Tertinggi keempat di Indonesia. Persentase pengangguran perempuan sebesar 7,12% Lebih tinggi dibandingkan laki-laki yang sebesar 6,45%. Sementara itu, TPT lulusan SMK mencapai 10,13%. Tantangan tersebut juga tercermin dari tingginya angka NEET (not in employment, education and training) di Banten yang mencapai 23,79%.
Pemberdayaan Perempuan Muda Jadi Kunci Menekan Pengangguran di Banten
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tingginya angka pengangguran dan minimnya partisipasi perempuan muda dalam dunia kerja masih menjadi tantangan di sejumlah daerah, termasuk Banten. Peningkatan keterampilan dan kesiapan kerja menjadi salah satu upaya agar perempuan muda memiliki daya saing lebih baik sekaligus peluang memperoleh pekerjaan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Banten mencapai 6,69%. Tertinggi keempat di Indonesia. Persentase pengangguran perempuan sebesar 7,12% Lebih tinggi dibandingkan laki-laki yang sebesar 6,45%. Sementara itu, TPT lulusan SMK mencapai 10,13%. Tantangan tersebut juga tercermin dari tingginya angka NEET (not in employment, education and training) di Banten yang mencapai 23,79%.