Pembiayaan Alat Berat Multifinance Tumbuh 1,09% per Maret 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembiayaan alat berat oleh industri multifinance masih mencatatkan pertumbuhan per Maret 2026, meski dibayangi sentimen penyesuaian kuota produksi batubara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan, penyaluran pembiayaan alat berat oleh multifinance tumbuh 1,09% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 47,24 triliun per Maret 2026.

“Penyaluran pembiayaan alat berat oleh multifinance pada Maret 2026 meningkat 1,09% yoy menjadi sebesar Rp 47,24 triliun atau memiliki porsi 8,69% dari total pembiayaan industri multifinance,” ujar Agusman dalam lembar jawaban tertulis OJK, Kamis (7/5/2026).


Baca Juga: Hadapi Dinamika RKAB Batubara, CFIN Perkuat Mitigasi Risiko Pembiayaan Alat Berat

Menurut Agusman, kebijakan penyesuaian kuota produksi batu bara dalam RKAB berpotensi memengaruhi permintaan pembiayaan alat berat, khususnya dari sektor pertambangan.

Karena itu, dia menilai upaya diversifikasi pembiayaan perlu dilakukan dengan memperluas pembiayaan ke sektor lain yang memiliki prospek pertumbuhan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kinerja industri multifinance tetap stabil dan berkelanjutan.

“Upaya diversifikasi pembiayaan menjadi, antara lain dengan memperluas ke sektor lain yang memiliki prospek pertumbuhan, untuk menjaga kinerja industri multifinance yang stabil dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News