KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembiayaan kendaraan berbasis syariah masih menunjukkan kinerja positif sepanjang paruh pertama 2026. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat outstanding pembiayaan kendaraan melalui BSI OTO mencapai sekitar Rp6,7 triliun hingga Juni 2026. Nilai tersebut tumbuh 12,4% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan ini mencerminkan permintaan masyarakat terhadap pembiayaan kendaraan yang tetap terjaga di tengah dinamika kondisi ekonomi. Selain mencatat pertumbuhan pembiayaan, BSI menyebut kualitas pembiayaan BSI OTO juga tetap terjaga.
Di sisi lain, perkembangan industri kendaraan listrik turut membuka peluang baru bagi pembiayaan kendaraan berbasis syariah. Pemerintah mendorong pengembangan kendaraan listrik nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat industri otomotif sekaligus mendukung transisi energi dan efisiensi konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Sejalan dengan perkembangan tersebut, BSI turut memperkuat ekosistem otomotif nasional dengan menyediakan pembiayaan kendaraan yang sesuai dengan prinsip syariah, termasuk untuk kendaraan ramah lingkungan.
Baca Juga: Prudential Sebut Permintaan terhadap Produk Unitlink Mulai Menunjukkan Kondisi Stabil Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy mengatakan, pertumbuhan BSI OTO mencerminkan kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan yang masih kuat. Namun, konsumen kini semakin mempertimbangkan skema pembiayaan sebelum mengambil keputusan. “Pertumbuhan pembiayaan BSI OTO menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan tetap kuat, namun semakin disertai pertimbangan yang matang dalam memilih skema pembiayaan,” ujar Erwan dalam siaran pers, Jumat (14/8/2026). Menurutnya, BSI berkomitmen menyediakan pembiayaan kendaraan sesuai prinsip syariah sekaligus memberikan kepastian kepada nasabah dalam mengelola keuangan. Pertumbuhan bisnis BSI OTO juga didukung penguatan layanan digital. Melalui aplikasi BYOND by BSI, nasabah dapat mengakses berbagai layanan perbankan, termasuk fasilitas pengajuan pembiayaan kendaraan. Selain kebutuhan mobilitas masyarakat, permintaan pembiayaan kendaraan juga didorong oleh kebijakan pemerintah untuk meningkatkan adopsi kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Faktor lain yang turut mendukung adalah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan serta semakin beragamnya pilihan kendaraan yang tersedia di pasar.
Baca Juga: SMI Salurkan Pembiayaan Rp 364,15 Miliar ke Tiga Daerah di Lampung Dari sisi produk, BSI menawarkan skema pembiayaan dengan angsuran tetap hingga pembiayaan berakhir. Skema ini memberikan kepastian terhadap besaran cicilan selama masa pembiayaan sehingga nasabah dapat mengatur arus kas dengan lebih terencana.
Untuk memperluas akses pembiayaan, BSI juga terus memperkuat kerja sama dengan dealer dan berbagai mitra strategis. Kolaborasi tersebut dilakukan melalui sejumlah program, termasuk kegiatan literasi dan gathering di berbagai kota besar. Erwan menambahkan, BSI melihat pembiayaan kendaraan masih memiliki prospek untuk menopang pertumbuhan pembiayaan konsumer hingga akhir 2026. “Dengan fundamental bisnis yang kuat, pertumbuhan pembiayaan yang positif, serta dukungan ekosistem pembiayaan yang semakin luas, BSI optimistis pembiayaan kendaraan akan terus menjadi salah satu motor pertumbuhan pembiayaan konsumer perseroan sepanjang 2026,” tutup Erwan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News