Pembiayaan Budi Gadai Melonjak 52,1% di Semester I-2026, Ini Pemicunya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan gadai swasta PT Budi Gadai Indonesia (Budi Gadai) mencatat pertumbuhan pembiayaan yang positif pada semester I-2026.

Hingga paruh pertama tahun ini, pembiayaan gadai di Budi Gadai telah tumbuh sebesar 52,1% secara tahunan.

"Pada semester I-2026, tren pembiayaan produk gadai di PT Budi Gadai Indonesia cenderung positif dan stabil," ujar Direktur Budi Gadai, Budiarto Sembiring kepada Kontan, Jumat (3/7/2026).


Baca Juga: Ruang Pertumbuhan Industri Asuransi di Indonesia Masih Cukup Besar

Kata Budi, permintaan pembiayaan masih didominasi oleh masyarakat yang membutuhkan dana untuk modal usaha, biaya pendidikan, kebutuhan kesehatan, hingga kebutuhan rumah tangga.

Adapun dari sisi penggunaan dana, pembiayaan masih didominasi untuk kebutuhan produktif, terutama modal kerja pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan kebutuhan operasional usaha. Selain itu, pembiayaan juga dimanfaatkan untuk biaya pendidikan, kebutuhan rumah tangga, maupun kebutuhan mendesak lainnya.

Di sisi lain, harga emas yang masih bertahan pada level tinggi juga menjadi salah satu pendorong aktivitas gadai. Kondisi ini membuat masyarakat bisa memperoleh nilai pinjaman yang lebih optimal dengan memanfaatkan aset emas sebagai agunan tanpa harus menjualnya.

Memasuki semester II-2026, Budi Gadai masih optimistis prospek bisnis gadai tetap positif. Katanya, kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan yang cepat, mudah, dan aman diperkirakan masih akan menopang permintaan.

Namun, mereka tetap mencermati sejumlah faktor eksternal, seperti kondisi perekonomian, daya beli masyarakat, dan dinamika harga emas yang bisa mempengaruhi permintaan pembiayaan.

Ke depannya, perusahaan akan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian, memperkuat pengelolaan risiko, serta meningkatkan kualitas layanan agar pertumbuhan bisnis tetap sehat dan berkelanjutan.

Baca Juga: Berikut Tantangan Jasindo Syariah Dalam Meningkatkan Kontribusi Tahun Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News