Pembiayaan Emas Bank Mega Syariah Merekah di Kuartal I 2026



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Mega Syariah mencatatkan pertumbuhan signifikan pada produk pembiayaan emas Flexi Gold di awal 2026. Hingga Maret 2026, penyaluran Flexi Gold melonjak lebih dari 85% dibandingkan posisi Desember 2025.

Dari sisi volume, jumlah emas yang dibiayai juga meningkat, mencapai lebih dari 1.400 gram, atau naik lebih dari 35% dibandingkan akhir tahun lalu.

Kinerja positif ini sejalan dengan tren pembiayaan konsumer perseroan yang masih tumbuh solid. Hingga kuartal I-2026, pembiayaan konsumer Bank Mega Syariah meningkat lebih dari 20% secara tahunan (year on year/yoy).


Baca Juga: Nasabah Pembiayaan Emas BSI Tumbuh 400% Pada Februari 2026

Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah Benadicto Alvonzo Ferary mengatakan, pertumbuhan ini didorong meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas di tengah fluktuasi harga global.

Menurutnya, volatilitas harga emas justru membuka peluang bagi nasabah untuk masuk ke pasar, salah satunya melalui strategi buy the dip atau membeli saat harga terkoreksi.

“Masyarakat perlu memahami bahwa investasi emas tidak hanya berfokus pada momentum jangka pendek, melainkan juga pada potensi pertumbuhan nilai dalam jangka panjang,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (5/4/2026). 

Sebagai informasi, Flexi Gold merupakan produk pembiayaan kepemilikan emas berbasis prinsip syariah yang menggunakan akad murabahah dan rahn. Produk ini menawarkan pembiayaan emas logam mulia mulai dari 5 gram hingga 100 gram.

Selain itu, nasabah juga memperoleh sejumlah kemudahan seperti bebas biaya cetak fisik, pengiriman, hingga asuransi pengiriman, sehingga kepemilikan emas menjadi lebih praktis.

Benadicto menyebut, pertumbuhan Flexi Gold menjadi bagian dari strategi diversifikasi produk konsumer, sekaligus memanfaatkan tingginya minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi yang likuid dan relatif stabil dalam jangka panjang.

Baca Juga: SeaBank Raup Laba Rp 678,4 Miliar pada 2025, Tumbuh 79%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News