Pembiayaan ESG di Urun Dana Akan Terus Tumbuh Seiring Meningkatnya Minat Investor



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia (ALUDI) menilai pembiayaan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) di industri securities crowdfunding memiliki prospek pertumbuhan yang kuat seiring meningkatnya minat investor terhadap investasi berdampak.

Ketua Umum ALUDI, Patrick Gunadi menilai ESG bukan sekadar tren jangka pendek, melainkan masih dalam proses pengembangan awal di industri urun dana.

"Ke depan, semakin banyak platform yang kemungkinan akan mengintegrasikan aspek ESG, minimal melalui kurasi atau penandaan proyek," ujarnya kepada Kontan, Senin (27/4/2026).


Baca Juga: Kucuran Insentif dari BI Belum Mampu Dongkrak Pertumbuhan Kredit UMKM, Ada Apa?

Meski begitu, saat ini porsi pendanaan ESG secara keseluruhan di industri urun dana masih relatif terbatas. Baru ada satu platform urun dana yang secara khusus berfokus pada proyek ESG, sedangkan mayoritas masih didominasi oleh sektor makanan dan minuman (F&B), properti, serta bisnis umum.

Namun, ia menegaskan mulai melihat adanya pergeseran pasar. Katanya, saat ini sejumlah platform mulai menyoroti proyek-proyek yang memiliki elemen lingkungan dan sosial, walaupun belum secara eksplisit menjadikan ESG sebagai fokus utama mereka.

Di sisi lain, ALUDI juga mencatat tingkat keberhasilan pendanaan proyek ESG cukup tinggi, bahkan mendekati 100% untuk proyek yang ditawarkan. Hal ini menunjukkan bahwa minat investor terhadap instrumen yang memiliki dampak sosial dan lingkungan cukup kuat, terutama jika proyek telah melalui proses kurasi yang baik.

Kendati demikian, proyek ESG yang relevan untuk industri urun dana umumnya berada pada skala kecil hingga menengah karena sejalan dengan batas maksimal pendanaan hingga Rp 10 miliar serta tenor proyek yang umumnya di bawah dua tahun.

Adapun beberapa sektor yang dipandang potensial ke depannya, yaitu perumahan terjangkau, kesehatan, pendidikan, dan berbagai proyek berbasis sosial lainnya. Patrick menegaskan bahwa fokus utama industri adalah proyek yang tidak hanya layak secara finansial, tetapi juga memberikan dampak sosial yang terukur.

Baca Juga: DPK Perbankan Tumbuh Kencang Kuartal I-2026, Giro Pimpin Tren Positif

Namun, ia mengingatkan bahwa proyek ESG umumnya masih berada pada tahap awal sehingga memiliki risiko yang relatif lebih tinggi dibandingkan proyek konvensional.

Untuk itu, penyelenggara urun dana perlu melakukan due diligence yang lebih mendalam, menerapkan struktur pendanaan yang kuat dan disiplin, dan memastikan adanya kontrol terhadap penggunaan dana dan arus kas proyek.

Dengan perkembangan tersebut, ALUDI melihat ESG berpotensi menjadi salah satu sektor utama dalam industri urun dana, seiring meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya investasi yang berkelanjutan dan berdampak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News