Pembiayaan Griya BSI Tembus Rp 60,8 Triliun per Mei 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan pertumbuhan positif pada bisnis pembiayaan perumahan atau BSI Griya di tengah tantangan pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) industri perbankan.

Secara industri, laporan analisis uang beredar Bank Indonesia (BI) mencatat KPR perbankan hanya mampu tumbuh 4,7% secara tahunan (year-on-year/yoy) per Mei 2026, melambat dari pertumbuhan 5,5% yoy pada Januari 2026 dan 8% yoy pada Mei 2025. 

Tak jauh berbeda, Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar mengungkapkan bahwa hingga Mei 2026 portofolio pembiayaan BSI Griya telah mencapai Rp 60,80 triliun dan masih menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten.


Ia tak merincikan angka pertumbuhannya, tetapi yang pasti realisasi tersebut naik 3,2% dari Rp 58,96 triliun pada Juni 2025. Wisnu bilang pada dasarnya segmen griya juga menjadi salah satu penopang kinerja pembiayaan konsumer perseroan.

Baca Juga: Pembiayaan Griya BSI Tembus Rp60 Triliun hingga Maret 2026.

"Komitmen BSI dalam menyalurkan pembiayaan perumahan dibuktikan melalui kinerja bisnis yang solid," ujar Wisnu kepada Kontan, pekan lalu.

Secara keseluruhan, hingga Mei 2026 BSI membukukan laba bersih sebesar Rp 3,39 triliun atau tumbuh 16,73% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp 335 triliun, meningkat 14,60% yoy, dengan segmen konsumer menjadi motor penggerak utama.

Di tengah ekspansi pembiayaan, Wisnu bilang pihaknya juga menjaga kualitas aset. Hal itu tercermin dari rasio non-performing financing (NPF) gross yang membaik menjadi 1,80% per Mei 2026, dibandingkan 1,88% pada periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan BSI Tembus Rp 77,06 triliun per Mei 2026

BSI melihat prospek pembiayaan griya hingga akhir tahun masih positif. Menurut Wisnu, permintaan masyarakat terhadap hunian yang layak dan sesuai prinsip syariah masih tinggi.

Selain itu, berbagai program pemerintah yang bertujuan memperluas akses masyarakat untuk memiliki rumah diyakini akan menjadi katalis pertumbuhan pembiayaan perumahan syariah.

"BSI meyakini prospek pembiayaan griya akan terus menunjukkan pertumbuhan positif. Selain didorong meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang layak dan sesuai prinsip syariah, hal ini juga diperkuat oleh berbagai program pemerintah yang memperluas akses masyarakat untuk memiliki rumah," tutur Wisnu.

Ia berharap sinergi antara industri perbankan dan pemerintah tersebut dapat mendorong pertumbuhan pembiayaan perumahan syariah secara berkelanjutan.

Baca Juga: Pembiayaan BSI Griya Mencapai Rp 69,98 Triliun Sepanjang Tahun 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: