Pembiayaan KDMP Tembus Rp 148,6 Triliun, MBG Tembus Rp 1,02 Triliun selama 2025



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sepanjang tahun 2025 lalu, pembiayaan ke program-program strategis pemerintah terpantau berjalan masif. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pembiayaan ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mencapai Rp 148,6 triliun sepanjang 2025. Dana itu disalurkan sebagai pembiayaan awal untuk pembangunan 80.000 KDMP di seluruh Indonesia. 

Sementara itu, pembiayaan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) tembus Rp 1,02 triliun untuk 952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 


Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi menjelaskan, pada dasarnya industri jasa keuangan terus mendukung kebijakan keberlanjutan pemerintah. Itu diwujudkan melalui penyediaan pembiayaan bagi program-program prioritas. 

Baca Juga: MBG hingga KDMP, Mampukah Program Pemerintah Dorong Pertumbuhan Kredit 2026?

“Yang kami usung adalah pengembangan ekosistem sektor jasa keuangan yang kontributif,” ujar Friderica dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK), Kamis (5/2/2026). 

Penyaluran kredit yang masif ke program-program strategis pemerintah itu pun turut mendorong kinerja kredit industri perbankan secara keseluruhan. Hingga Desember 2025, OJK mencatat kredit penyaluran kredit perbankan mencapai Rp 8.585,8 triliun, tumbuh 9,63% secara tahunan. 

Baca Juga: Menkop, Danantara, dan Menkeu Bahas Kelanjutan Program Koperasi Desa Merah Putih

Asal tahu saja, capaian itu sesuai dengan target pertumbuhan 9%–11% yang dipatok OJK untuk tahun penuh 2025. 

Dengan pertumbuhan kredit yang masif ini, Friderica bilang industri jasa keuangan bisa menyumbang hingga Rp 9.840 triliun ke perekonomian Indonesia. Pun pada gilirannya, itu berhasil mendorong ekonomi Indonesia tumbuh hingga 5,11% pada tahun 2025. 

Untuk tahun 2026, OJK menargetkan pertumbuhan kredit yang lebih tinggi, yakni di rentang 10%–12% secara tahunan. 

Baca Juga: OJK Dorong Industri Asuransi Aktif Dukung Program Pemerintah, Termasuk MBG

Selanjutnya: Restitusi PPN Rp48,3 Miliar Berujung OTT, Kepala KPP Madya Banjarmasin Jadi Tersangka

Menarik Dibaca: Net Worth vs Gaji: Kenapa Orang Kaya Fokus Kekayaan Bersih, Bukan Penghasilan?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News