KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencatatkan kinerja positif pada segmen pembiayaan kendaraan listrik di delapan bulan pertama 2026. Hingga Agustus 2026, pembiayaan kendaraan listrik perusahaan tercatat tumbuh 68%, dibandingkan posisinya di Agustus 2025 yang senilai Rp 842 miliar menjadi Rp 1,41 triliun. Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan pertumbuhan kinerja yang positif ini sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap segmen kendaraan listrik yang juga terus bertumbuh.
Baca Juga: Menakar Taji Saham BCA (BBCA) hingga Akhir Tahun 2026 Sementara itu, ekosistem kendaraan listrik yang mulai terbentuk dan memiliki potensi pasar yang kuat salah satunya tecermin dari meningkatnya bisnis Kredit Kendaraan Bermotor perbankan. Sebagai contoh, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan pembiayaan kendaraan listrik sebesar Rp 574 miliar atau berkontribusi sebesar 9% terhadap total pembiayaan kendaraan BSI OTO hingga Juli 2026. Selain itu, ada PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang juga mencatatkan pertumbuhan positif pada pembiayaan kendaraan listrik dengan peningkatan sebesar 25% atau mencapai Rp 4 triliun hingga semester I-2026. Kondisi ini menurut Ristiawan berpotensi mendorong persaingan bisnis pembiayaan kendaraan listrik yang lebih dinamis. "Persaingan antara perbankan dan multifinance merupakan bagian dari dinamika industri pembiayaan yang semakin berkembang," ujarnya kepada Kontan, Jumat (2/10/2026). Meski begitu, ia menilai setiap industri memiliki karakteristik dan keunggulan yang berbeda-beda.
Baca Juga: Masih Bergulir, Simak Tuntutan Korban Skandal Investasi Bodong Oknum Bank Mantap CNAF pun berkomitmen untuk fokus memberikan solusi pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Selain itu, mereka juga berupaya memberikan layanan dengan proses yang cepat, mudah, dan sederhana serta penerapan manajemen risiko yang
prudent. Upaya tersebut dilakukan guna memastikan keseluruhan proses dan layanan yang diberikan bisa memberikan pengalaman pembiayaan yang optimal bagi konsumen. Di samping itu, untuk menjaga persaingan tetap sehat CNAF juga menyiapkan sejumlah strategi. Dari segi
pricing, perusahaan tetap menjaga agar produk pembiayaan yang ditawarkan tetap kompetitif dengan memperhatikan aspek risiko dan kesehatan portofolio. Adapun strategi lain yang diterapkan adalah dengan memperkuat kerja sama
dealer dan mitra, meningkatkan kualitas layanan, dan memanfaatkan digitalisasi dalam proses pembiayaan. Baca Juga: Adira Finance dan CNAF Tetap Genjot Pembiayaan Syariah pada 2026 Sementara itu, perusahaan juga terus mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Strategi bisnis tersebut juga diimbangi dengan memperkuat sinergi bersama ekosistem induk perusahaan CNAF, yaitu Bank CIMB Niaga untuk memperkuat porsi pembiayaan dan memberikan nilai tambahan bagi nasabah. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News