KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan modal ventura mengalami pertumbuhan per Agustus 2026. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman menerangkan nilai pembiayaan modal ventura tercatat sebesar Rp 16,50 triliun per Agustus 2026. "Nilai pembiayaan per Agustus 2026 mengalami pertumbuhan sebesar 1,05% secara Year on Year (YoY)," ucap Agusman dalam konferensi pers RDK OJK, Senin (5/10).
Jika ditelaah berdasarkan data OJK, kondisi pembiayaan industri per Agustus 2026 terbilang membaik, dibandingkan posisi per Juli 2026. Adapun pembiayaan modal ventura per Juli 2026 mencatatkan kontraksi sebesar 0,46% YoY, dengan nilai mencapai Rp 16,32 triliun. Mengenai kondisi per Juni 2026, OJK menyampaikan pembiayaan modal ventura juga mengalami kontraksi sebesar 0,48%, dengan nilai mencapai Rp 16,28 triliun.
Baca Juga: Dekati Ambang Batas Aman, TWP90 Fintech Lending Naik Jadi 4,73% per Agustus 2026 Lebih lanjut, OJK mencatat nilai aset industri modal ventura per Agustus 2026 sebesar Rp 27,65 triliun. Nilai itu bertumbuh 2,48%, jika dibandingkan pencapaian periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 26,98 triliun. Untuk mendorong kinerja, Agusman menilai bahwa sektor hijau dapat menjadi salah satu ruang pengembangan bagi industri modal ventura. Ke depannya, dia menyebut peluang dapat terus berkembang tentunya pada usaha yang mendukung pembiayaan berkelanjutan. Dalam menyalurkan pembiayaan, Agusman juga menekankan industri tetap memperhatikan manajemen risiko, prinsip perhatian, tata kelola yang baik, dan paling penting adalah pelindungan konsumen.
Baca Juga: Pembiayaan Kendaraan Listrik Tembus Rp 26,2 Triliun, Tumbuh 34,67% per Agustus 2026 Sementara itu, Agusman sempat menyebut fenomena tech winter perlu menjadi perhatian bagi industri modal ventura saat ini, khususnya untuk modal ventura berbasis Venture Capital Corporation (VCC). Agusman bilang hal itu membuat modal ventura cenderung lebih selektif dalam melakukan penyaluran. Dalam menyikapi kondisi tersebut, Agusman mengatakan industri modal ventura mulai melakukan penyesuaian strategi bisnis. Dia bilang salah satunya lain dengan memperluas kegiatan usaha kepada pasangan usaha dan/atau debitur yang bergerak di sektor riil. Hal itu juga sebagai bagian dari upaya adaptasi terhadap kondisi pasar. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News