KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) mencatatkan kinerja positif pada segmen pembiayaan multiguna per kuartal I-2026. Direktur Utama BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) Wahyudi Darmawan mengatakan, penyaluran pembiayaan multiguna perusahaan tumbuh 37,47% secara tahunan (
year on year/YoY). Sayangnya, ia tak merinci besaran angka pada segmen tersebut. Adapun, kontribusinya terhadap total portofolio pembiayaan perusahaan masih terbilang mini yakni sebesar 7,70%, sehingga belum menjadi segmen yang mendominasi bisnis perusahaan.
Baca Juga: Tren cicil emas di Bank Syariah Indonesia (BSI) Melesat 123,18% di Kuartal I-2026 “Kondisi bisnis perusahaan pada segmen pembiayaan multiguna menunjukkan kinerja yang positif,” ujar dia kepada Kontan, Senin (27/4/2026). Wahyudi mengatakan, pertumbuhan pembiayaan multiguna ditopang oleh permintaan masyarakat yang masih kuat, terutama untuk kebutuhan konsumtif dan kendaraan bermotor. Selain itu, daya beli masyarakat yang relatif terjaga turut mendukung peningkatan penyaluran pembiayaan. Di samping itu, BRI Finance juga memperkuat kerja sama dengan dealer dan mitra strategis serta mengoptimalkan kanal distribusi dan digitalisasi proses pembiayaan untuk mendorong pertumbuhan bisnis. "Dari sisi internal, perusahaan menerapkan strategi penyaluran yang lebih selektif dengan tetap menjaga kualitas portofolio pembiayaan agar pertumbuhan dapat berlangsung secara berkelanjutan," tuturnya.
Baca Juga: Volume Transaksi BRILink Agen Tembus Rp 420 Triliun pada Kuartal I-2026 Untuk menjaga kualitas pembiayaan, BRI Finance memperkuat manajemen risiko dan meningkatkan selektivitas penyaluran kredit. BRI Finance juga berupaya melakukan penyempurnaan
risk acceptance criteria, meningkatkan kualitas analisis kredit serta memperkuat
monitoring portofolio, khususnya pada segmen yang sensitif terhadap dinamika ekonomi. Selain itu, perusahaan memperkuat
early warning system dan strategi penagihan guna menjaga kualitas aset tetap sehat. Ke depan, BRI Finance optimistis prospek pembiayaan multiguna masih positif hingga akhir 2026 seiring permintaan masyarakat yang diperkirakan tetap terjaga. Sebagai informasi, data terakhir Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan industri multifinance per Februari 2026 didominasi oleh pembiayaan multiguna dengan porsi 50,22% dan tumbuh 1,28% yoy menjadi Rp 257,17 triliun. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News