Pembiayaan Multiguna CNAF Mencapai Rp 672 Miliar pada Februari 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) memaparkan penyaluran pembiayaan multiguna menunjukkan kinerja positif pada awal tahun ini.

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman menyebut penyaluran pembiayaan multiguna CNAF pada Februari 2026 tercatat sebesar Rp 672 miliar. "Angka tersebut meningkat 17% secara bulanan, dibandingkan pencapaian bulan sebelumnya yang sebesar Rp 571 miliar," ungkapnya kepada Kontan, Rabu (1/4/2026).

Ristiawan menambahkan sejauh ini, pembiayaan multiguna juga masih menjadi kontributor utama bagi industri multifinance. Berdasarkan data yang dirilis oleh Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) per Februari 2026, penyaluran pembiayaan multiguna industri menunjukkan trend positif dengan pertumbuhan 7% secara Year on Year (YoY) menjadi Rp 25 triliun. 


Baca Juga: BSI Turunkan Beban Impairment, Permintaan Pendanaan UMKM Meningkat

Ristiawan mengatakan umumnya pembiayaan multiguna difungsikan untuk pemenuhan berbagai kebutuhan masyarakat, seperti biaya pendidikan, biaya renovasi rumah, biaya kesehatan, dan kepemilikan kendaraan bermotor.

Untuk mendongkrak pembiayaan multiguna tahun ini, CNAF menerapkan sejumlah strategi. Ristiawan menerangkan strateginya, yakni melakukan percepatan, simplifikasi dan akselerasi proses transaksi melalui transformasi digital yang bertujuan untuk memudahkan nasabah dalam proses pengajuan pembiayaan. 

"Dengan keunggulan yang dimiliki CNAF, diharapkan dapat menjangkau lebih banyak lagi nasabah yang terpenuhi kebutuhannya melalui pembiayaan multiguna," tuturnya.

Pada 2026, Ristiawan mengatakan pembiayaan multiguna masih menjadi salah satu penopang dalam pertumbuhan kinerja bisnis CNAF. Dia bahkan menyebut CNAF menargetkan penyaluran pembiayaan multiguna senilai Rp 8 triliun pada 2026.

Lebih lanjut, CNAF memandang bahwa prospek pembiayaan multiguna pada 2026 cukup menjanjikan. Ristiawan mengatakan hal itu mempertimbangkan kebutuhan masyarakat yang tetap ada sampai saat ini dan bahkan terus meningkat. Meski demikian, dia bilang pihaknya akan tetap menjalankan prinsip kehati-hatian dan aspek prudential dalam penyaluran pembiayaan multiguna.

"Kami optimistis pembiayaan multiguna akan terus bertumbuh secara positif dan menjadi salah satu kontributor terbesar bagi kinerja industri pembiayaan secara keseluruhan," kata Ristiawan.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan multiguna menjadi penopang utama pembiayaan baru multifinance pada Januari 2026. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan penyaluran pembiayaan baru industri multifinance tercatat Rp 78,16 triliun pada Januari 2026. 

Baca Juga: Bank QNB Catat Laba Sebelum Pajak Rp 50,8 Miliar Pada Tahun 2025

"Didominasi pembiayaan multiguna dengan porsi 47,47%, atau nominalnya mencapai Rp 37,10 triliun," ucapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Kamis (5/3).

Agusman menyampaikan pembiayaan investasi multifinance mencapai Rp 18,72 triliun, dan modal kerja mencapai Rp 17,04 triliun pada Januari 2026. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News