KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Permintaan pembiayaan multiguna masih menunjukkan tren positif hingga kuartal III-2026. Sejumlah perusahaan multifinance mencatat pertumbuhan penyaluran yang cukup signifikan, meski kondisi daya beli masyarakat masih menjadi tantangan. Salah satunya PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) yang mencatat pertumbuhan signifikan pada segmen tersebut. Per September 2026, penyaluran pembiayaan pada segmen multiguna di perusahaan tumbuh sebesar 258,45% year on year (YoY).
Corporate Secretary BRI Finance Aditia Fakhri Ramadhani mengatakan kinerja apik pada segmen ini didorong oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan untuk berbagai kebutuhan, termasuk kebutuhan produktif maupun pengembangan aktivitas usaha serta kemudahan akses dalam proses pembiayaan. "Dengan kemudahan akses serta proses pembiayaan yang semakin baik, permintaan pada segmen ini tetap menunjukkan pertumbuhan positif," ujarnya kepada Kontan, Senin (5/10/26).
Baca Juga: 10 Unitlink Saham dengan Return Tertinggi hingga September 2026 Pertumbuhan pembiayaan multiguna juga dicatatkan oleh PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance). Hingga Agustus 2026, Adira Finance telah menyalurkan pembiayaan multiguna sebesar Rp 16,9 triliun. Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan pembiayaan multiguna masih bertumbuh karena masih adanya kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan untuk berbagai keperluan. "Baik melalui pembiayaan barang dan jasa maupun fasilitas dana," ujarnya kepada Kontan, Selasa (6/10/26). Kinerja positif juga terlihat pada PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF). Pada kuartal III-2026, CNAF telah menyalurkan pembiayaan multiguna senilai Rp 1,32 triliun. Jumlah tersebut meningkat sebesar 71% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang senilai Rp 776 miliar. Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan permintaan multiguna di perusahaan sepanjang periode tersebut didorong oleh kebutuhan masyarakat terhadap likuiditas tunai untuk berbagai keperluan, baik konsumtif maupun produktif.
Baca Juga: Kinerja Pembiayaan Industri Pergadaian Diproyeksikan Terus Tumbuh ke Depannya Selain itu, kemudahan akses terhadap pembiayaan dan kebutuhan masyarakat yang makin beragam juga mendorong permintaan terhadap produk multiguna. Meski sejumlah pemain multifinance mencatat pertumbuhan positif pada segmen multiguna, kondisi daya beli masyarakat masih menjadi tantangan yang perlu diperhatikan.
Pasalnya, ketika daya beli dan dinamika ekonomi masih mengalami tekanan, masyarakat cenderung semakin mempertimbangkan kemampuan serta prioritas pengeluaran sebelum mengambil pembiayaan. Kendati demikian, pembiayaan multiguna masih diproyeksikan melanjutkan pertumbuhan positif hingga akhir 2026. Optimisme tersebut didukung oleh kebutuhan masyarakat yang tetap tinggi terhadap akses pembiayaan yang fleksibel dan mudah dijangkau untuk mendukung berbagai kebutuhan, baik konsumtif maupun produktif. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News