Pembiayaan Perbankan Syariah Tumbuh, Sejumlah Bank Catat Kenaikan Dua Digit



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah bank syariah mampu mencatatkan pertumbuhan pembiayaan dua digit jelang penghujung tahun 2026, meski pertumbuhan industri secara keseluruhan sedikit melambat.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan perbankan syariah mencapai Rp 748,7 triliun per Agustus 2026, tumbuh 11,61% secara tahunan atau year on year (YoY). Pertumbuhan ini sedikit melambat dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 11,82% YoY.

Meski demikian, sejumlah bank syariah masih mampu mencatatkan pertumbuhan pembiayaan di atas industri. Seperti, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), Bank Syariah Nasional (BSN), PT Bank BCA Syariah, dan PT Bank BJB Syariah.


Sebagai pembanding, kredit industri perbankan nasional tumbuh 13,65% YoY pada Agustus 2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pembiayaan syariah.

BCA Syariah misalnya, membukukan pembiayaan Rp 14 triliun per September 2026, tumbuh 14,3% YoY. Direktur BCA Syariah Pranata mengatakan, pertumbuhan tersebut didukung oleh seluruh lini pembiayaan.

Baca Juga: OJK: Digitalisasi dan Keamanan Jadi Kunci Pengembangan Bank Syariah

Pembiayaan konsumer menjadi segmen dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 33,3% YoY menjadi Rp 2,5 triliun. Adapun pembiayaan segmen usaha kecil dan menengah (SME) tumbuh 18,9% YoY menjadi Rp 1,1 triliun, sedangkan pembiayaan komersial meningkat 10,1% YoY menjadi Rp 10,4 triliun.

Untuk menjaga pertumbuhan, BCA Syariah menjalankan strategi pendalaman nasabah (customer deepening) guna menjangkau rantai pasok, memperluas kerja sama dengan mitra strategis, serta memperkaya fitur aplikasi mobile banking BSya.

Salah satunya melalui fasilitas pengajuan pembiayaan emas secara daring. Perseroan juga menawarkan program pembiayaan dengan margin yang kompetitif.

“Kami optimistis pada tahun ini pembiayaan di BCA Syariah dapat tumbuh positif. Untuk mewujudkannya, BCA Syariah senantiasa menerapkan prinsip kehati-hatian serta menjalankan sejumlah strategi untuk memperkuat seluruh segmen pembiayaan,” ujar Pranata kepada kontan.co.id, Selasa (13/10).

Di sisi lain, PT Bank BJB Syariah mencatatkan pembiayaan sebesar Rp 11,53 triliun per Agustus 2026, meningkat 10,6% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 10,43 triliun.

Direktur Utama BJB Syariah, Arief Setyahadi mengatakan, pertumbuhan pembiayaan perseroan terutama didorong oleh segmen konsumer serta pembiayaan untuk investasi di sektor pendidikan dan kesehatan.

Untuk mendukung ekspansi, BJB Syariah memberikan stimulus pembiayaan konsumer, khususnya bagi nasabah yang menerima gaji melalui BJB Syariah.

Perseroan juga bersinergi dengan bank induk untuk menggarap segmen aparatur sipil negara (ASN) di pemerintah daerah dan kota, serta merencanakan ekspansi melalui Kelompok Usaha Bank (KUB).

Arief mengatakan, perseroan memproyeksikan pembiayaan tetap tumbuh positif sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Kemudian, BSI mencatatkan pembiayaan sebesar Rp 344 triliun per Agustus 2026, tumbuh 16,21% YoY.

Baca Juga: BCA Syariah Optimistis Ekspansi di Kuartal IV 2026, Simak Strateginya

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo mengatakan, pertumbuhan tersebut mencerminkan optimalisasi likuiditas untuk mendorong ekspansi bisnis produktif.

Memasuki akhir kuartal III dan kuartal IV 2026, BSI menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga momentum pertumbuhan. 

Perseroan akan memperkuat dana murah melalui pengembangan ekosistem haji dan umrah, memperluas pembiayaan ritel dan konsumer berbasis underlying, serta mengembangkan bisnis di ekosistem syariah dan emas.

BSI juga memperkuat transaksi dan layanan digital, sembari menjaga manajemen risiko, melakukan pemantauan pembiayaan, serta memperkuat tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG).

“Ke depan, fokus kami bukan hanya tumbuh lebih besar, tetapi memastikan pertumbuhan tersebut menghasilkan kualitas dan profitabilitas yang semakin kuat. Kami optimistis kinerja kuartal III dan hingga akhir tahun tetap berada di jalur yang telah ditetapkan,” kata Anggoro.

Bank Syariah Nasional (Bank BSN) juga mencatatkan pertumbuhan pembiayaan yang tinggi. Per September 2026, total pembiayaan BSN mencapai Rp 64,5 triliun, meningkat 26,3%.

Baca Juga: Konsolidasi Bergulir, OJK Dorong Lima Bank Syariah Jumbo Hadir di 2027

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News