Pembiayaan SME Muamalat Tumbuh 21%



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat pertumbuhan pembiayaan usaha kecil dan menengah (SME) hingga paruh pertama 2026. Hingga Juni 2026, outstanding pembiayaan SME Bank Muamalat mencapai Rp 3,2 triliun.

Nilai tersebut tumbuh 21% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bank Muamalat masih melihat segmen SME sebagai salah satu ruang untuk memperbesar penyaluran pembiayaan.

Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi mengatakan, pengembangan bisnis SME akan dibarengi dengan penguatan layanan digital dan akses pembiayaan.


"Digitalisasi dibutuhkan untuk mempercepat transaksi maupun proses pengajuan pembiayaan, terutama bagi calon nasabah yang berada di wilayah dengan akses kantor cabang terbatas," katanya dalam siaran pers, Selasa (1/9).

Dari sisi bisnis, Bank Muamalat mengarahkan pembiayaan SME terutama ke sektor-sektor produktif. Beberapa sektor yang menjadi fokus antara lain pendidikan, haji dan umrah, serta kesehatan.

Baca Juga: AXA Mandiri: Prospek Unitlink Masih Cukup Positif hingga Akhir 2026

Bank juga tetap memperhatikan kualitas portofolio dengan menyesuaikan penyaluran pembiayaan terhadap tingkat risiko yang dapat diterima.

Untuk tahun ini, Bank Muamalat menargetkan pembiayaan SME tumbuh sekitar 30% dibandingkan realisasi pada 2025. Dengan pertumbuhan 21% hingga Juni, bank masih perlu menjaga laju penyaluran pada paruh kedua tahun ini untuk mengejar target tersebut.

Strategi yang disiapkan antara lain memperkuat pembiayaan di sektor pendidikan, haji dan umrah, serta kesehatan. Bank juga mengandalkan kerja sama dengan berbagai pihak dan jaringan yang sudah dimiliki untuk memperluas pasar.

Pertumbuhan pembiayaan SME menjadi penting bagi perbankan karena segmen ini memiliki basis pelaku usaha yang luas. Namun, ekspansi pembiayaan tetap perlu diimbangi dengan pengelolaan risiko agar pertumbuhan tidak diikuti peningkatan pembiayaan bermasalah.

Dengan outstanding Rp 3,2 triliun pada Juni 2026, perkembangan kualitas aset dan kemampuan Bank Muamalat menjaga pertumbuhan pembiayaan akan menjadi salah satu hal yang perlu dicermati hingga akhir tahun.

Baca Juga: Kredit Perbankan Melaju 13%, Ini Saham Bank Pilihan Mirae Asset Sekuritas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News