Pembiayaan Syariah Adira Finance Capai Rp 7,2 Triliun, Tumbuh Positif



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mencatat penyaluran pembiayaan berbasis syariah mencapai sekitar Rp 7,2 triliun hingga Agustus 2026. Capaian tersebut tumbuh positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan, bisnis pembiayaan syariah masih memiliki ruang pertumbuhan yang luas.

Hal tersebut seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap alternatif pembiayaan yang fleksibel dan berbasis prinsip syariah. Terlebih, pangsa pasar pembiayaan syariah di industri multifinance masih relatif rendah.


Baca Juga: Free Float Panin Bank Baru 10,62%, PNBN Siapkan Strategi Kejar 15%

“Secara umum, Adira Finance melihat peluang bisnis pembiayaan syariah masih terbuka cukup besar seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap alternatif pembiayaan yang lebih fleksibel dan berbasis prinsip syariah,” katanya kepada Kontan, Jumat (2/10/2026).

Selain itu, pangsa pasar pembiayaan syariah di industri multifinance yang masih relatif rendah menunjukkan ruang pertumbuhan yang masih luas.

Menurut Gani, peluang tersebut tidak hanya berasal dari sektor otomotif, tetapi juga dari segmen multiguna dan kebutuhan pembiayaan lainnya yang terus berkembang.

“Perusahaan melihat potensi pengembangan tidak hanya berasal dari sektor otomotif, tetapi juga dari segmen multiguna dan kebutuhan pembiayaan lainnya yang terus berkembang,” katanya.

Untuk menangkap peluang tersebut, Adira Finance akan memperluas pasar pembiayaan syariah melalui pengembangan dan inovasi produk.

Strategi tersebut mencakup penguatan ekosistem komunitas syariah, perluasan jaringan network perusahaan, hingga peningkatan penetrasi produk di segmen non-otomotif.

Gani menambahkan, Adira Finance juga akan meningkatkan retensi nasabah syariah melalui perbaikan proses layanan dan pengalaman pelanggan.

Untuk menangkap peluang tersebut, perusahaan akan terus memperluas pasar pembiayaan syariah melalui berbagai strategi pengembangan dan inovasi produk. 

Baca Juga: KBank Indonesia Optimistis Kredit Investasi Tumbuh hingga Akhir 2026

“Fokus diarahkan pada penguatan ekosistem komunitas syariah, memperluas jaringan network perusahaan, peningkatan penetrasi produk di segmen non-otomotif, serta peningkatan retensi nasabah syariah melalui perbaikan proses layanan dan pengalaman pelanggan,” pungkas Gani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News