Pembiayaan Syariah Adira Finance Tembus Rp5,4 Triliun hingga Juni 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) terus memperkuat bisnis pembiayaan syariah di tengah peluang pertumbuhan pasar yang masih terbuka. Hingga semester I-2026, nilai pembiayaan syariah perusahaan telah mencapai Rp5,4 triliun.

Nilai tersebut sekaligus menunjukkan kontribusi yang cukup signifikan terhadap bisnis Adira Finance. Hingga Juni 2026, pembiayaan syariah menyumbang sekitar 23% dari total pembiayaan baru perusahaan.

"Hingga Juni 2026, pembiayaan syariah Adira Finance tercatat sebesar Rp 5,4 triliun, tumbuh positif dibanding periode yang sama tahun sebelumnya," Chief Financial Officer Adira Finance, Sylvanus Gani kepada Kontan, Senin (24/8/2026).


Menurut Gani, pertumbuhan tersebut ditopang oleh permintaan masyarakat yang masih positif serta semakin kuatnya penetrasi Adira Finance di segmen pembiayaan syariah.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, Adira Finance terus memperluas jangkauan pasar melalui penguatan ekosistem dan komunitas. Strategi tersebut juga didukung oleh jaringan distribusi yang luas serta pengembangan produk yang semakin beragam, termasuk pembiayaan di segmen non-otomotif.

Baca Juga: KB Bank Ungkap DPK Valas Masih Tumbuh Positif

Selain memperluas pasar, perusahaan juga melakukan penyempurnaan proses dan kualitas layanan digital. Upaya tersebut mencakup peningkatan retensi nasabah serta optimalisasi kanal digital untuk memberikan akses yang lebih mudah bagi konsumen.

Langkah tersebut diharapkan dapat menopang pertumbuhan pembiayaan syariah sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap berbagai produk syariah yang ditawarkan Adira Finance.

Dengan kinerja positif sepanjang paruh pertama 2026, Adira Finance optimistis kontribusi pembiayaan syariah terhadap bisnis perusahaan dapat terus meningkat. Pertumbuhan tersebut akan didorong melalui berbagai strategi yang telah disiapkan perusahaan.

Literasi Jadi Tantangan Pembiayaan Syariah

Di tengah peluang pasar yang besar, Adira Finance melihat masih terdapat tantangan dalam meningkatkan penetrasi pembiayaan syariah. Salah satunya adalah tingkat literasi dan pemahaman masyarakat mengenai karakteristik produk pembiayaan syariah.

Baca Juga: BCA Perkuat Likuiditas Valas, DPK Valas Capai Rp116,98 Triliun hingga Juni 2026

Gani menilai edukasi menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong masyarakat memahami manfaat dan keunggulan pembiayaan syariah. Karena itu, produk syariah perlu dikomunikasikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.

Selain aspek edukasi, daya saing proses pembiayaan dan relevansi produk dengan kebutuhan konsumen juga menjadi perhatian perusahaan. Produk yang ditawarkan perlu memiliki manfaat serta keunggulan yang jelas agar dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

Dengan demikian, peningkatan pangsa pasar pembiayaan syariah tidak cukup hanya mengandalkan besarnya potensi pasar. Pertumbuhan perlu didukung oleh edukasi yang lebih kuat, distribusi yang konsisten, serta pengembangan produk yang relevan dan memberikan nilai tambah bagi konsumen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News