Pembiayaan Syariah Pegadaian Tumbuh 16% pada Kuartal I-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pegadaian menyampaikan bisnis pegadaian syariah masih bertumbuh positif hingga kuartal I-2026. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh meningkatnya kebutuhan likuiditas masyarakat serta kenaikan nilai pembiayaan gadai emas.

Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha mengatakan, total pembiayaan pegadaian syariah perusahaan tumbuh sekitar 16% secara tahunan (year on year) hingga Maret 2026.

Menurut Ferdian, kebutuhan likuiditas masyarakat kelas menengah ke bawah masih cukup tinggi di tengah dinamika ekonomi. Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan outstanding pembiayaan syariah perusahaan.


Baca Juga: OJK Tetap Dorong Bank KBMI 3 Naik Kelas di Tengah Perlambatan Kinerja

Selain itu, harga emas yang sempat melonjak juga meningkatkan nilai taksiran barang jaminan sehingga plafon pinjaman yang dapat disalurkan menjadi lebih besar.

“Harga emas yang terus naik meningkatkan nilai taksiran barang jaminan sehingga otomatis meningkatkan plafon pinjaman,” ujar Ferdian kepada Kontan, belum lama ini.

Pegadaian juga melihat peningkatan literasi masyarakat terhadap produk keuangan berbasis syariah turut menopang pertumbuhan bisnis tersebut. Kemudahan akses transaksi digital melalui aplikasi Tring! dinilai memperluas jangkauan layanan pegadaian syariah.

Adapun produk Rahn atau gadai syariah masih mendominasi portofolio pembiayaan syariah Pegadaian. Pada kuartal I-2026, penyaluran produk Rahn mencapai Rp 18 triliun atau berkontribusi sekitar 78,8% terhadap total pembiayaan syariah perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News