Pembiayaan Take Over KPR CIMB Niaga Syariah Tumbuh 62%



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pembiayaan take over Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di CIMB Niaga Syariah mencatat pertumbuhan signifikan hingga Agustus 2026. Penyaluran KPR take over tumbuh 62% secara tahunan atau year on year (yoy) dengan realisasi mencapai Rp350 miliar.

Direktur Syariah Banking PT Bank CIMB Niaga Tbk Pandji P. Djajanegara mengatakan, tren KPR take over perseroan saat ini masih sangat baik. Bahkan, pembiayaan take over telah memberikan kontribusi cukup besar terhadap total penyaluran KPR CIMB Niaga Syariah.

"Tren KPR take over sangat bagus. YoY growth as of Agustus tumbuh sebesar 62%," ujar Pandji kepada kontan.co.id, Rabu (30/9).


Baca Juga: GREAT Investlink Protection Sumbang Lebih dari Separuh Produksi Bancassurance

Hingga Agustus 2026, kontribusi KPR take over mencapai sekitar 23% dari total pembiayaan KPR CIMB Niaga Syariah.

Pandji menyebut, terdapat sejumlah faktor yang mendorong nasabah melakukan take over KPR ke bank syariah. Salah satunya adalah pertimbangan harga atau pricing yang lebih murah dibandingkan bank asal.

Selain itu, nasabah juga dapat memperoleh tambahan dana atau top up melalui skema take over. Faktor lainnya adalah keinginan nasabah untuk beralih menggunakan pembiayaan syariah.

"Faktor yang mendorong nasabah melakukan take over di antaranya mendapatkan pricing lebih murah dibandingkan di bank asal, mendapatkan tambahan dana (top up), ingin hijrah ke syariah supaya tidak riba, dan lain-lain," jelasnya.

Melihat potensi tersebut, CIMB Niaga Syariah masih menjadikan KPR take over sebagai salah satu sumber pertumbuhan pembiayaan KPR syariah. Perseroan menargetkan realisasi KPR take over mencapai Rp500 miliar hingga akhir 2026.

Untuk mengejar target tersebut, CIMB Niaga Syariah menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya melalui program KPR Hijrah pre-approve yang menyasar nasabah potensial.

Perseroan juga menyiapkan berbagai program pricing dan biaya untuk menarik nasabah, serta menggandeng komunitas dalam pemasaran KPR take over.

"Strategi yang kita lakukan adalah membuat program KPR Hijrah pre approve, membuat gimmick program pricing dan biaya, serta bekerja sama dengan komunitas-komunitas untuk penjualan KPR take over," kata Pandji.

Baca Juga: Take Over KPR ke BJB Syariah Naik 4% di Agustus 2026, Angsuran Tetap Jadi Daya Tarik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News