KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia atau BSI telah menyalurkan pembiayaan UMKM mencapai Rp 52,58 triliun di sepanjang tahun ini. Direktur
Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy menjelaskan pembiayaan tersebut didukung oleh berbagai skema pembiayaan syariah yang fleksibel, seperti skema murabahah (jual beli) maupun musyarakah (pembiayaan berbasis kemitraan) yang disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha. BSI juga terus memperkuat dukungannya terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satunya dengan memfasilitasi UMKM binaan untuk mengikuti berbagai pameran dan expo guna memperluas pasar hingga ke tingkat global.
Baca Juga: Menkeu Mau Tambah Likuiditas Rp 100 Triliun ke Perbankan, Apa Urgensinya? Erwan mengatakan ajang expo menjadi salah satu strategi efektif untuk mempertemukan UMKM binaan dengan calon pembeli, mitra bisnis, hingga investor potensial. “Melalui expo, UMKM dapat memperluas jaringan bisnis sekaligus meningkatkan peluang untuk menembus pasar internasional. Sejumlah UMKM binaan BSI bahkan sudah berhasil menembus pasar global,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (9/3/2026). Tidak hanya pembiayaan, BSI juga memberikan pendampingan bagi UMKM melalui berbagai program peningkatan kapasitas usaha. Program tersebut meliputi coaching clinic, pelatihan sertifikasi halal, pelatihan digitalisasi transaksi, literasi keuangan syariah, hingga strategi pengembangan merek. “Dalam setahun kami juga terus mendorong UMKM naik kelas melalui berbagai pelatihan dan pendampingan agar pelaku usaha semakin bankable,” kata Erwan. Dukungan BSI terhadap UMKM juga diwujudkan melalui partisipasi dalam ajang UMKM Ramadan Fair 2026 yang digelar di Jember, Probolinggo, dan Malang, Jawa Timur. Dalam pameran tersebut, BSI mengikutsertakan 75 UMKM binaan dari berbagai sektor usaha, mulai dari makanan dan minuman, fashion, hingga produk halal lainnya. Sebagai bagian dari komitmen memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha, BSI juga menyalurkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada UMKM di sektor ekosistem pasar di wilayah Malang, Probolinggo, dan Jember. Dalam kegiatan ini, BSI juga berkolaborasi dengan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan untuk memperluas pembiayaan bagi pelaku usaha ultra mikro, termasuk pengembangan pembiayaan berbasis ekosistem yang memungkinkan penerapan skema syariah.
Baca Juga: OJK: Perbankan Triwulan I-2026 Tetap Resilien Meski Geopolitik Memanas Direktur Kerjasama Pendanaan dan Pembiayaan PIP Muhammad Yusuf menilai akses pembiayaan saja tidak cukup untuk mendorong UMKM naik kelas.
Menurutnya, pelaku UMKM juga membutuhkan ekosistem pendukung yang mencakup pendampingan usaha, peningkatan kapasitas, hingga akses pasar. “Pameran UMKM seperti ini menjadi salah satu cara menghubungkan produk UMKM dengan konsumen dan
potential buyer, sekaligus mendorong transaksi serta membuka peluang
networking bisnis,” ujarnya. Ke depan, BSI akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk kementerian, komunitas, dan asosiasi bisnis untuk memperkuat ekosistem halal serta mendorong UMKM Indonesia agar mampu bersaing di pasar global. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News