Pemegang Saham Apple Tolak Laporan Risiko Ketergantungan Manufaktur di China



KONTAN.CO.ID - NEW YORK.  Pemegang saham Apple menolak usulan yang meminta perusahaan menyusun laporan khusus terkait risiko ketergantungan manufaktur di China.

Keputusan itu diambil dalam rapat umum pemegang saham tahunan (AGM) perusahaan.

Penolakan tersebut terjadi di tengah upaya Apple selama hampir satu dekade terakhir untuk mendiversifikasi basis produksinya. Perusahaan telah memperluas manufaktur ke sejumlah negara lain, termasuk Vietnam dan India, serta meningkatkan kapasitas perakitan di Amerika Serikat. 


Apple sebelumnya juga menyatakan akan mulai merakit sebagian komputer Mac mini di AS pada akhir tahun ini guna memenuhi permintaan domestik.

Baca Juga: Berkshire Ungkap Kepemilikan Saham Baru Alphabet US$ 4,3 Miliar, Kurangi Saham Apple

Usulan yang ditolak itu menyoroti potensi risiko operasional dan geopolitik akibat masih besarnya porsi produksi Apple yang bergantung pada China. 

Namun mayoritas pemegang saham menilai langkah diversifikasi yang sudah berjalan cukup untuk mengelola risiko tersebut.

Dalam sesi tanya jawab dengan pemegang saham, CEO Apple Tim Cook menegaskan bahwa perusahaan tetap berkomitmen meningkatkan dividen tahunan. 

Meski begitu, ia menekankan bahwa prioritas utama Apple saat ini adalah investasi jangka panjang, terutama pada pengembangan teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga: Tren Permintaan iPhone 17 Cukup Positif, Saham Apple Ukir Rekor Tertingginya

“Kami memulai dengan memastikan semua investasi penting untuk mengembangkan dan mengelola bisnis, berinovasi, serta mendukung peta jalan produk dan layanan,” ujar Cook. 

Menurutnya, keputusan investasi tersebut menjadi faktor paling besar dalam menciptakan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham.

Selanjutnya: Tekanan Jual Emiten dan Pelemahan Rupiah Berlanjut, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Menarik Dibaca: Puasa Rentan Emosi, Daftar Makanan Ini Bisa Menyelamatkan Mood Anda