Pemegang Saham BEI Respons Positif Rencana Demutualisasi Bursa



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemegang saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan respons positif terkait rencana demutualisasi Bursa.

Pembahasan terkait rencana demutualisasi Bursa itu dilakukan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2026 secara hybrid pada Rabu (12/8/2026). 

Rapat tersebut dihadiri oleh 90 Pemegang Saham atau 100% dari jumlah pemegang saham pemilik hak suara. 


Rencana demutualisasi Bursa sejalan dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). 

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik mengatakan, para pemegang saham menyampaikan respons positif terkait rencana demutualisasi Bursa. Seluruh pihak diakui sepakat melakukan demutualisasi, menyusul sejumlah bursa global yang telah melakukan langkah yang sama.

Baca Juga: BEI Sudah Terima Surat Danantara Soal Minat Jadi Investor untuk Demutualisasi

“Dengan demutualisasi ini, kami optimistis Bursa Efek Indonesia akan menjadi lebih modern, lebih lincah, dan akan punya daya saing yang lebih tinggi di tingkat global,” ujarnya dalam Konferensi Pers RUPSLB BEI, Rabu (12/8/2026).

Jeffrey memastikan bahwa Bursa masih bisa tetap menjaga independensi pasca demutualisasi terlaksana. Independensi Bursa akan dipastikan melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) terkait demutualisasi, sesuai dengan mandat dari UU P2SK.

Bursa pun tengah menunggu POJK terkait demutualisasi yang diakui akan juga mengatur terkait mekanisme pelaksanaannya.

Baca Juga: OJK Targetkan Finalisasi Aturan Demutualisasi BEI pada Akhir Agustus 2026

Menurut Jeffrey, mekanisme tersebut bisa dilakukan melalui private placement dan/atau initial public offering (IPO). Namun, aksi tersebut tak akan bisa dilakukan secara bersamaan. Apalagi, proses IPO tak bisa dilakukan dalam waktu yang singkat. 

“Oleh karena itu, mungkin di tahap awal demutualisasi begini belum melalui mekanisme IPO,” katanya.

Lebih lanjut, Jeffrey memastikan untuk tetap mengutamakan nilai dari para pemegang saham eksisting dalam proses demutalisasi Bursa ini.

“Ke depannya untuk mengoptimalkan value dari para pemegang saham. Namun, IPO adalah pilihan yang realistis untuk kita lakukan di masa yang akan datang,” paparnya.

Baca Juga: OJK Kebut Demutualisasi BEI, Begini Skema Kepemilikan Sahamnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News