Pemerintah Ajak Geely Auto Group Masuk ke Industri EV Indonesia



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Luhut Binsar Panjaitan mengungkap pemerintah berencana mendatangkan pabrikan mobil listrik asal China yakni Geely Auto Group untuk berinvestasi di Indonesia.

Pemerintah sudah berbicara dengan pihak Geely sejak beberapa bulan yang lalu. Dalam hal ini, pemerintah berupaya mengajak Geely untuk joint research membangun pusat riset dan kemudian memproduksi mobil listrik di Indonesia.

Pihak Indonesia akan menyediakan pasokan nikel sebagai bahan baku baterai mobil listrik Geely. Belum cukup, pemerintah juga mengajak Geely supaya mau menjadi merek lokal Indonesia.


Baca Juga: VinFast Asal Vietnam Berencana Bangun Pabrik Mobil Listrik di Indonesia

“Kami sedang bicara hal teknis sekarang dan presiden juga setuju (terkait rencana investasi Geely),” ujar Luhut di sela acara Seminar Nasional IKAXA 2023 di Jakarta, Kamis (14/9).

Dia menyebut, saat ini pemerintah memang sedang berusaha menarik minat pabrikan-pabrikan mobil listrik global untuk berinvestasi di Tanah Air. Bahkan, pemerintah juga berambisi Indonesia bisa memproduksi mobil listrik sendiri dalam waktu dekat.

“Diharapkan tahun 2025 atau 2026 paling lambat, kita sudah punya mobil listrik sendiri,” ujarnya.

Dikutip dari situs resminya, Geely Auto Group didirikan oleh Eric Li (Li Shufu) di Taizhou City, China pada 1986. Awalnya, Geely merupakan pabrikan manufaktur komponen refrigerator. Geely kemudian masuk ke bisnis otomotif pada 1997 dan mulai membuat mobil pertamanya setahun berselang.

Baca Juga: Toyota Belum Berencana Jual Mobil Listrik C+Pod Secara Komersial di Indonesia

Geely kemudian membentuk holding yang dinamai Geely Holding Group pada 2003. Melalui holding ini, Geely pernah mengakuisisi 100% saham Volvo Car Corporation dari Ford Motor Company pada 2010.

Dalam materi paparan yang disampaikan Luhut, Geely Auto Group menjadi salah satu produsen mobil listrik terbesar di dunia. Pada 2022, Geely mampu memproduksi 351.356 unit atau melonjak 251% dibandingkan tahun sebelumnya.

Adapun saat ini, adopsi mobil listrik di Indonesia masih tergolong rendah. Ini mengingat kontribusi penjualan mobil listrik di Indonesia baru 1% dari total penjualan mobil secara nasional. Indonesia jelas kalah jauh dengan China yang pangsa pasar mobil listriknya mencapai 29%. Bahkan, Indonesia juga tertinggal dari Thailand yang memiliki pangsa pasar mobil listrik di level 4%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .