Jakarta. Polemik mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) masih belum selesai. Pelambatan ekonomi dan harga minyak dunia yang terus tersungkur di bawah US$ 30 per barel membuat perusahaan minyak dan gas (migas) melakukan efisiensi, salah satu opsinya adalah melakukan PHK. Merespon kondisi itu, Konfederasi Serikat Pekerja Migas Indonesia (KSPMI) telah melayangkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang intinya meminta menghentikan segala program PHK terselubung tanpa ada persetujuan pemerintah dan pembicaraan dengan serikat pekerja (SP).
Pemerintah akan cari solusi PHK di migas
Jakarta. Polemik mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) masih belum selesai. Pelambatan ekonomi dan harga minyak dunia yang terus tersungkur di bawah US$ 30 per barel membuat perusahaan minyak dan gas (migas) melakukan efisiensi, salah satu opsinya adalah melakukan PHK. Merespon kondisi itu, Konfederasi Serikat Pekerja Migas Indonesia (KSPMI) telah melayangkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang intinya meminta menghentikan segala program PHK terselubung tanpa ada persetujuan pemerintah dan pembicaraan dengan serikat pekerja (SP).