Pemerintah akan Kaji Lebih Lanjut Usulan Insentif Bisnis Berkelanjutan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah bakal mengkaji lebih lanjut usulan pelaku usaha terkait pemberian insentif terhadap bisnis berkelanjutan untuk memitigasi polusi udara dalam jangka panjang.

Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Edy Priyono mengatakan bahwa pemerintah serius dalam mengatasi persoalan perubahan iklim termasuk kaitannya dengan polusi udara.

Untuk itu ia katakan setiap usulan dari stakeholder terkait nantinya akan dikaji lebih lanjut untuk mendapatkan kebijakan terbaik untuk mengurangi polusi udara.


Baca Juga: Dukung Upaya Mitigasi Polusi Udara, Apindo Minta Insentif Bisnis Berkelanjutan

"Itu kan sifatnya usulan/aspirasi. OK saja. Pemerintah akan mengkaji usulan tersebut, juga jika ada usulan kebijakan lain. Pada intinya pemerintah serius menangani masalah polusi udara," kata Edy pada Kontan.co.id, Senin (21/8).

Sebelumnya, Ketua Bidang Investasi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Pandu Sjahrir mengatakan, pelaku usaha memerlukan suntikan insentif untuk menuju transisi energi termasuk didalamnya pergantian infrastruktur bisnis yang lebih ramah lingkungan.

"Pelaku industri memerlukan modal tambahan dan sinergi dari berbagai pihak, sehingga Apindo mengharapkan pemerintah untuk memberikan insentif berupa subsidi dan program-program yang akan mempercepat dan mempermudah bisnis berkelanjutan," jelasnya, Minggu (20/8).

Di sisi lain, Pandu juga mengungkapkan jika Apindo telah memahami tuntutan global yang mengarah transisi energi dari penggunaan batubara menjadi pemanfaatan energi terbarukan.

Baca Juga: Darurat Bencana Polusi Udara

Saat ini, Apindo mengatakan sudah mengarah ke bisnis yang berkelanjutan, namun sekali lagi ia menekankan pentingnya kehadiran negara agar proses transformasi ini berjalan dengan lancar tanpa perlu mengorbankan salah satu pihak.

Ia katakan bahwa pelaku usaha memerlukan skema dukungan yang kokoh, platform dan tenaga ahli untuk berinovasi, serta iklim investasi yang stabil. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto