Pemerintah Akan Terapkan Teknologi Baru Awasi Peredaran Pita Cukai Palsu



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku dalam waktu dekat, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan akan menerapkan penggunaan teknologi baru untuk memperketat pengawasan peredaran pita cukai rokok.

Teknologi tersebut menggunakan sistem track and trace yang memungkinkan pemerintah melacak asal-usul pita cukai hingga ke pabrik rokok.

Purbaya mengatakan, penerapan teknologi baru tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat. Pemerintah saat ini mulai memasang mesin penghitung di sejumlah pabrik rokok sebagai bagian dari sistem pengawasan tersebut.


Baca Juga: Calon Deputi Gubernur BI Anwar Bashori Dorong Kemandirian Bahan Baku Uang Kertas

"Namanya track and trace dari satu perusahaan baru. Jadi nanti kita akan taruh mesinnya di pabrik rokoknya, mesin penghitung, dan pakai teknologi yang lebih baru (bukan barcode)," ujar Purbaya kepada awak media di DPR, Kamis (27/8/2026).

Menurut Purbaya, implementasi teknologi tersebut ditargetkan dapat berjalan penuh dalam sekitar enam bulan ke depan.

Dengan sistem ini, pemerintah dapat meningkatkan akurasi penghitungan sekaligus mempersempit ruang bagi produsen rokok untuk melakukan kecurangan.

"Dalam waktu dekat akan diterapkan, mungkin dalam setengah tahun ke depan akan full semuanya. Itu sudah mulai ditaruh mesin-mesinnya," katanya.

Purbaya menjelaskan, teknologi track and trace juga akan memudahkan petugas dalam mendeteksi pita cukai yang mencurigakan.

Pita cukai dengan teknologi baru tersebut nantinya dapat dipindai menggunakan telepon seluler. Dari hasil pemindaian, petugas dapat mengetahui informasi mengenai asal pita cukai, termasuk pabrik yang menerbitkannya.

"Jadi kita juga lebih mudah mendeteksi kalau ada yang gelap-gelap karena pita itu, pita baru itu bisa di-scan pakai handphone segala macam, bisa ketahuan dari mana pabriknya segala macam. Jadi enggak bisa macam-macam," jelas Purbaya.

Dengan demikian, pemerintah berharap peredaran pita cukai ilegal maupun pemalsuan pita cukai dapat ditekan.

Purbaya juga menanggapi maraknya peredaran pita cukai palsu yang masih ditemukan saat ini. Ia meyakini penggunaan teknologi baru tersebut akan membuat pita cukai lebih sulit untuk dipalsukan.

"Nanti kan pakai baru itu, pakai teknologi baru itu enggak akan bisa pita palsu lagi," tegasnya.

Saat ditanya mengenai pihak yang menjadi penyokong di balik peredaran pita cukai palsu, Purbaya mengaku belum mengetahui secara pasti. Namun, ia menduga masih terdapat pihak yang bermain dalam praktik tersebut.

"Enggak tahu. Kalau tahu sudah saya tangkap. Tapi ya kira-kira saya tahu masih ada yang main," ujar Purbaya.

Baca Juga: Rapat dengan Banggar DPR, Purbaya Paparkan Strategi Ekonomi dan Fiskal APBN 2027

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News