KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan akan melakukan penerbitan delapan seri Surat Berharga Negara (SBN) ritel sepanjang tahun 2026 untuk menghimpun dana pembiayaan dari investor individu domestik. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Surat Utang Negara, Novi Puspita Wardani, mengatakan pemerintah tidak mematok target pendanaan secara angka dalam penerbitan SBN ritel tahun ini. Namun, pemerintah menetapkan kisaran target yang akan disesuaikan dengan kebutuhan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta permintaan investor dalam negeri. “Sebenarnya kami tidak menargetkan angka pasti. Biasanya kami menggunakan kisaran, seperti tahun lalu di rentang Rp 150 triliun sampai Rp 170 triliun dan realisasinya Rp 153 triliun,” ujar Novi di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).
Pemerintah Akan Terbitkan 8 Seri SBN Ritel Pada 2026
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan akan melakukan penerbitan delapan seri Surat Berharga Negara (SBN) ritel sepanjang tahun 2026 untuk menghimpun dana pembiayaan dari investor individu domestik. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Surat Utang Negara, Novi Puspita Wardani, mengatakan pemerintah tidak mematok target pendanaan secara angka dalam penerbitan SBN ritel tahun ini. Namun, pemerintah menetapkan kisaran target yang akan disesuaikan dengan kebutuhan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta permintaan investor dalam negeri. “Sebenarnya kami tidak menargetkan angka pasti. Biasanya kami menggunakan kisaran, seperti tahun lalu di rentang Rp 150 triliun sampai Rp 170 triliun dan realisasinya Rp 153 triliun,” ujar Novi di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).