KONTAN.CO.ID -Â WASHINGTON. Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (AS) Markwayne Mullin mengatakan pemerintahan Trump sedang menyusun rencana untuk menghentikan pemrosesan penumpang dan kargo internasional di sejumlah bandara utama AS. Kebijakan ini akan menyasar kota-kota suaka, istilah bagi kota di AS menolak bekerjasama dengan penindakan ketat imigrasi. Langkah ini secara efektif dapat menghentikan perjalanan udara dan perdagangan internasional di bandara-bandara utama di negara bagian yang dikuasai Partai Demokrat. Apalagi, ada prediksi jutaan wisatawan asing akan berdatangan seiring dimulainya Piala Dunia FIFA bulan depan. Reuters melaporkan, Mullin mengatakan kepada Sean Hannity dari Fox News Channel dalam sebuah wawancara yang disiarkan Selasa (26/5/2026) waktu AS, ia telah bertemu dengan pejabat Gedung Putih. Tetapi Mullin menekankan, belum ada keputusan yang dibuat terkait langkah tersebut. "Saat ini kami sedang menyusun rencana, tetapi belum kami mulai," kata Mullin.
Pemerintah AS Kaji Penghentian Layanan Pemrosesan Kargo di Bandara Kota Suaka
KONTAN.CO.ID -Â WASHINGTON. Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (AS) Markwayne Mullin mengatakan pemerintahan Trump sedang menyusun rencana untuk menghentikan pemrosesan penumpang dan kargo internasional di sejumlah bandara utama AS. Kebijakan ini akan menyasar kota-kota suaka, istilah bagi kota di AS menolak bekerjasama dengan penindakan ketat imigrasi. Langkah ini secara efektif dapat menghentikan perjalanan udara dan perdagangan internasional di bandara-bandara utama di negara bagian yang dikuasai Partai Demokrat. Apalagi, ada prediksi jutaan wisatawan asing akan berdatangan seiring dimulainya Piala Dunia FIFA bulan depan. Reuters melaporkan, Mullin mengatakan kepada Sean Hannity dari Fox News Channel dalam sebuah wawancara yang disiarkan Selasa (26/5/2026) waktu AS, ia telah bertemu dengan pejabat Gedung Putih. Tetapi Mullin menekankan, belum ada keputusan yang dibuat terkait langkah tersebut. "Saat ini kami sedang menyusun rencana, tetapi belum kami mulai," kata Mullin.
TAG: