JAKARTA. Kendati PT Pertamina (Persero) akan meningkatkan penjualan bahan bakar minyak (BBM) tiap tahun, khususnya untuk BBM yang subsidi, namun pemerintah justru akan menerapkan pembatasan BBM bersubsidi. Pasalnya, kebijakan pembatasan pembelian BBM bersubsidi diperkirakan dapat menghemat uang negara hingga 40%. "Setelah dilaksanakan 2 sampai 3 tahun, (subsidi) bisa turun sampai 40%," ungkap Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita H. Legowo.Berdasarkan roadmap pengalihan BBM bersubsidi, pembatasan pembelian BBM bersubsidi atau distribusi tertutup akan mulai dilakukan pada 2011. Ada beberapa opsi yang berkembang saat ini, antara lain berdasarkan tahun pembuatan, besaran cc dan jenis kendaraan. Namun hingga saat ini, belum diputuskan opsi mana yang akan dipilih. "Kita sudah mulai berdiskusi di dalam (internal). Nanti akan kita bicarakan dengan Gaikindo, Pertamina dan asosiasi. Jika akan diterapkan ke masyarakat nantinya, Pemerintah akan mengkomunikasikannya lebih dulu dengan DPR," kata Evita.Pembatasan pembelian BBM bersubsidi rencananya akan menggunakan sarana yang sederhana yaitu stiker. Jika menggunakan smartcard seperti usulan semua, diperlukan biaya yang cukup besar. Dus, pada tahun 2014, hanya kendaraan berpelat kuning saja yang diperbolehkan membeli BBM bersubsidi. Khusus mengenai opsi pembatasan pembelian BBM bersubsidi berdasarkan tahun pembuatan kendaraan, diusulkan agar kendaraan yang dibuat tahun 2000 ke atas tidak boleh membeli BBM bersubsidi. Perhitungannya, selain pemiliknya merupakan masyarakat berkemampuan, juga karena mesin kendaraan tersebut telah dirancang menggunakan BBM beroktan 92 ke atas. Sedangkan kendaraan yang dibuat di bawah 2000 ke bawah, mesinnya menggunakan oktan 88 atau sesuai dengan spesifikasi BBM bersubsidi."Yang ditemui di lapangan, banyak pemilik mobil yang tidak membaca aturan dari mobil yang dimilikinya, seperti harus menggunakan BBM dengan oktan 92 ke atas. Masih banyak mobil-mobil bagus yang menggunakan BBM bersubsidi yang memiliki oktan 88. Kebijakan ini juga untuk pencerahan untuk para pemilik mobil," kata EvitaCek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Pemerintah Bakal Batasi Pembelian BBM Bersubsidi
JAKARTA. Kendati PT Pertamina (Persero) akan meningkatkan penjualan bahan bakar minyak (BBM) tiap tahun, khususnya untuk BBM yang subsidi, namun pemerintah justru akan menerapkan pembatasan BBM bersubsidi. Pasalnya, kebijakan pembatasan pembelian BBM bersubsidi diperkirakan dapat menghemat uang negara hingga 40%. "Setelah dilaksanakan 2 sampai 3 tahun, (subsidi) bisa turun sampai 40%," ungkap Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita H. Legowo.Berdasarkan roadmap pengalihan BBM bersubsidi, pembatasan pembelian BBM bersubsidi atau distribusi tertutup akan mulai dilakukan pada 2011. Ada beberapa opsi yang berkembang saat ini, antara lain berdasarkan tahun pembuatan, besaran cc dan jenis kendaraan. Namun hingga saat ini, belum diputuskan opsi mana yang akan dipilih. "Kita sudah mulai berdiskusi di dalam (internal). Nanti akan kita bicarakan dengan Gaikindo, Pertamina dan asosiasi. Jika akan diterapkan ke masyarakat nantinya, Pemerintah akan mengkomunikasikannya lebih dulu dengan DPR," kata Evita.Pembatasan pembelian BBM bersubsidi rencananya akan menggunakan sarana yang sederhana yaitu stiker. Jika menggunakan smartcard seperti usulan semua, diperlukan biaya yang cukup besar. Dus, pada tahun 2014, hanya kendaraan berpelat kuning saja yang diperbolehkan membeli BBM bersubsidi. Khusus mengenai opsi pembatasan pembelian BBM bersubsidi berdasarkan tahun pembuatan kendaraan, diusulkan agar kendaraan yang dibuat tahun 2000 ke atas tidak boleh membeli BBM bersubsidi. Perhitungannya, selain pemiliknya merupakan masyarakat berkemampuan, juga karena mesin kendaraan tersebut telah dirancang menggunakan BBM beroktan 92 ke atas. Sedangkan kendaraan yang dibuat di bawah 2000 ke bawah, mesinnya menggunakan oktan 88 atau sesuai dengan spesifikasi BBM bersubsidi."Yang ditemui di lapangan, banyak pemilik mobil yang tidak membaca aturan dari mobil yang dimilikinya, seperti harus menggunakan BBM dengan oktan 92 ke atas. Masih banyak mobil-mobil bagus yang menggunakan BBM bersubsidi yang memiliki oktan 88. Kebijakan ini juga untuk pencerahan untuk para pemilik mobil," kata EvitaCek Berita dan Artikel yang lain di Google News