Pemerintah Bakal Memulai Pembangunan Data Center di Bekasi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah bakal menggenjot pengembangan pusat data atau data center bertaraf internasional di berbagai wilayah Indonesia.

Salah satu data center yang sebentar lagi dibangun adalah Pusat Data Nasional (PDN) di Jabodetabek, tepatnya di Kawasan Deltamas Industrial Estate di Bekasi, Jawa Barat. Rencananya, peletakan batu pertama untuk proyek data center tersebut dilaksanakan pada November 2022.

“Pusat data permanen ini untuk keperluan konsolidasi data-data pemerintah,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G. Plate ketika ditemui Kontan.co.id, Rabu (26/10).


Sayangnya, ia tidak membeberkan besaran investasi untuk pembangunan data center tersebut, termasuk kapasitasnya. Namun, ia memastikan bahwa data center tersebut sudah termasuk standar tier 4 global sehingga kualitas keamanannya jauh lebih terjamin.

Baca Juga: Hadapi Pemilu 2024, Menkominfo Dorong Kolaborasi Jaga Ruang Digital

Johnny menambahkan, data center terpadu sangat dibutuhkan karena selama ini pemerintah memakai lebih dari 2.700 data center dan server di berbagai tempat. Data center ini dipakai oleh berbagai kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah.

Selain di Bekasi, pemerintah juga memiliki rencana mengembangkan data center di tiga lokasi lainnya, yaitu di Batam, Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, dan Labuan Bajo.

Menkominfo menegaskan, pembangunan data center harus dibarengi oleh ketersediaan jaringan fiber optik yang memadai. Sampai saat ini, Indonesia telah memiliki jaringan optik sepanjang 460.000 kilometer (km) baik di darat maupun laut.

Selain itu, terdapat 34 titik pada jaringan fiber optik Indonesia yang tersambung dengan jaringan fiber optik global. Misalnya, di Batam yang terhubung dengan jaringan fiber optik yang mengarah ke Singapura, lalu di Manado yang terhubung dengan jaringan fiber optik Filipina dan Hongkong, serta di Kupang yang tersambung dengan jaringan fiber optik menuju Australia dan Selandia Baru.

“Panjang jaringan fiber optik kita setara dengan 11 kali mengelilingi bumi. Tapi itu belum cukup, Indonesia tetap harus terus menambah jaringan baru,” kata Johnny.

Pernyataan Johnny didasari konsumsi data oleh masyarakat Indonesia yang masih rendah, yakni setara dengan 1 watt per kapita. Padahal, negara-negara tetangga sudah ada yang mencapai 100 watt per kapita.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Analog Switch Off Dilaksanakan 2 November 2022

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat