KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah optimistis kebijakan Work From Home (WFH) usai libur Hari Raya Idul Fitri dapat menghemat konsumsi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah gejolak harga minyak Glohal akibat peran Iran dengan Israel-AS. Bahkan pemerintah memperkirakan satu hari WFH bisa menghemat hingga 20% penggunaan BBM dan menekan potensi tekanan terhadap anggaran subsidi energi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, penerapan WFH tidak dilakukan setiap hari, melainkan dibatasi satu hari dalam sepekan.
Baca Juga: Pramono Siap Terapkan WFH ASN Jakarta demi Hemat BBM Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri agar implementasinya berjalan optimal di lapangan. “WFH akan kami detailkan. Namun, setelah Lebaran akan mulai diberlakukan, baik untuk ASN maupun sebagai imbauan bagi sektor swasta. Kecuali yang bergerak di pelayanan publik,” ujar Airlangga Usai melaksanakan sholat Idul Fitri di Masjid Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Sabtu (21/3/2026). Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kebijakan WFH berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi energi nasional. Salah satunya melalui pengurangan mobilitas harian masyarakat. "Secara perhitungan kasar, WFH dapat menghemat sekitar 20% konsumsi BBM,” kata Purbaya.
Baca Juga: Hemat BBM, Pemerintah Terapkan WFH Satu Hari Dalam Lima Hari Bagi ASN & Swasta Ia menjelaskan, pembatasan WFH yang hanya satu hari dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara efisiensi dan produktivitas kerja. Pemerintah tidak ingin fleksibilitas kerja justru berdampak negatif terhadap kinerja. “Kalau terlalu sering WFH, dikhawatirkan produktivitas menurun. Karena itu, satu hari dinilai cukup untuk menjaga efektivitas kerja,” ujarnya. Selain itu, penentuan hari WFH misalnya pada Jumat dinilai bisa menciptakan akhir pekan yang lebih panjang. Hal ini berpotensi mendorong aktivitas rumah tangga dan memberi stimulus ringan bagi sektor pariwisata domestik. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mengusulkan sejumlah langkah untuk menghadapi potensi krisis energi, termasuk penerapan WFH hingga pembatasan penggunaan kendaraan pribadi. Ia mencontohkan negara-negara kawasan yang sudah akan melakukan kebijakan WFH, seperti Pakistan dan Filipina yang memperpendek hari kerja tatap muka atau offline selama 4 hari, dan secara daring 1 hari kerja
Baca Juga: Perintah Prabowo ke Bahlil: Jangan Ada Kelangkaan BBM, Buat Storage Menurutnya Indonesia sudah memilili pengalaman selama pandemi COVID-19, di mana sistem kerja jarak jauh dinilai cukup efektif dan bisa kembali dioptimalkan dengan dukungan teknologi saat ini. “Kemudian work from home/bekerja dari rumah, waktu COVID kita lakukan, cukup berhasil. Saya kira kita bisa lakukan itu juga, mungkin 75% karyawan dan pegawai bisa kerja dari rumah. Sekarang ada vicon (video conference), ada banyak teknologi, 30 tahun yang lalu nggak ada,” ungkap Prabowo. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News