KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesian Mining Association (API-IMA) menyambut positif langkah pemerintah yang membatalkan rencana penerapan skema bagi hasil (gross split) untuk sektor pertambangan mineral dan batubara (minerba). Ini dinilai sebagai angin segar dalam menjaga stabilitas iklim investasi pertambangan nasional dari berbagai spekulasi yang bergulir belakangan ini. Direktur Eksekutif API-IMA, Sari Esayanti mengungkapkan, keputusan yang diambil oleh pemerintah tersebut sudah sangat tepat demi kepastian berusaha.
Baca Juga: Indo American Seafoods (ISEA) Targetkan Kenaikan Penjualan 20%-30% pada 2026 Menurutnya, ini sangat tepat dan krusial untuk menghilangkan isu dan rencana yang dapat mengganggu investasi, terutama di tengah upaya mendongkrak daya saing komoditas tambang di pasar global saat ini. Wanita yang akrab disapa Santi ini menegaskan bahwa industri pertambangan minerba memiliki karakteristik usaha yang sangat berbeda jauh jika dibandingkan dengan industri migas. "Industri pertambangan minerba memiliki karakteristik yang unik dengan tingkat kompleksitas yang berbeda pada masing-masing komoditas. Perbedaan mendasar inilah yang membuat banyak negara menerapkan sistem royalti dan fiskal yang berbeda dengan sektor migas," jelasnya. Lewat pembatalan ini, Ia berharap pemerintah dapat mewujudkan kestabilan kebijakan fiskal dan kewajiban keuangan perusahaan agar keberlanjutan investasi serta operasional industri pertambangan dapat berjalan dengan baik. Stabilitas ini sangat dibutuhkan mengingat industri pertambangan saat ini tengah berhadapan dengan berbagai penyesuaian kebijakan baru yang cukup menantang dari sisi operasional. Santi merinci, tantangan tersebut di antaranya penerapan aturan Ekspor Satu Pintu, Devisa Hasil Ekspor (DHE), penyesuaian royalti dan Harga Patokan Mineral (HPM), Bea Keluar, hingga kewajiban penerapan biodiesel B50.
Baca Juga: Modantara Angkat Bicara Soal Ride-Hailing Masuk ke Model Bisnis PMSE Lebih lanjut, dia menambahkan, kepastian serta konsistensi kebijakan pemerintah penting untuk mempertahankan daya saing industri pertambangan Indonesia. "Hal ini sangat penting terutama di tengah meningkatnya kebutuhan investasi jangka panjang untuk mendukung agenda hilirisasi dan transisi energi nasional," pungkasnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News