Pemerintah Belum Bisa Gelar Pertemuan dengan Investor Slovakia



JAKARTA. Pemerintah tak menampik adanya permintaan dari Konstrukties BV untuk berninvestasi di indonesia di sektor ban dan karet; dan menggelar pertemuan dengan perusahaan asal Slovakia itu. Sayangnya, sampai saat ini pertemuan tersebut belum bisa dilakukan. "Permintaan pertemuannya baru saya terima kemarin sore (Selasa (15/6), dan saya harus mendampingi menteri. Sehingga belum sempat bertemu," kata Deputi Bidang Agro Industri, Kehutanan, Kertas, Percetakan dan penerbitan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Agus Pakpahan, Rabu (16/6). Ia mengatakan, nantinya pertemuan akan dilakukan penjadwalan ulang. Konstrukties BV memang siap membenamkan investasinya di Indonesia. Rencananya, investor ini akan menggandeng investor lokal untuk membangun pabrik di Indonesia.Awalnya Konstrukties mau investasi di sektor ban mobil, tapi Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia (APBI) menyarankan agar mereka masuk ke sektor yang masih kosong; yaitu pembuatan ban sepeda motor dan pembuatan vulkanisir ban untuk pesawat terbang. Sebagai catatan, selain Konstrukties, investor lain yang tahun ini juga berminat untuk membangun pabrik ban di Indonesia adalah Hankook Tire Co.Ltd dari Korea yang akan membangun pabrik ban radial di Indonesia. Hankook adalah salah satu produsen ban radial yang terbesar di Korea. Perusahaan ini memproduksi ban radial untuk mobil, truk, dan kendaraan penumpang. Aziz bilang potensi investasi dari Hankook ini sekitar US$ 600 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: