KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah berencana membagikan telepon seluler (ponsel) alias
smartphone gratis kepada masyarakat yang mendapatkan kuota pembuatan rekening gratis. Target penerima program rekening bank gratis dari pemerintah adalah seluruh warga negara Indonesia (WNI) berusia 17 tahun ke atas yang belum memiliki rekening bank, dengan fokus utama untuk mempermudah penyaluran bantuan sosial (bansos) dan meningkatkan inklusi keuangan. Hal ini disampaikan Hashim Djojohadikusumo, Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim yang juga adik kandung Presiden Prabowo Subianto dalam agenda Prasasti Indonesia Policy Forum 2026, Selasa (13/10/2026).
Untuk diketahui, pemerintah menargetkan program pembukaan rekening bank gratis bagi masyarakat berusia 17 tahun ke atas yang belum memiliki rekening mulai berjalan pada awal 2027, dengan fokus utama untuk mempermudah penyaluran bantuan sosial (bansos) dan meningkatkan inklusi keuangan. Setiap rekening akan mendapat saldo awal Rp 50.000, dengan kebutuhan anggaran program diperkirakan mencapai Rp 3,8 triliun.
Baca Juga: Ditjen Pajak Kembangkan AI untuk Pantau Kekayaan Kelompok Crazy Rich Hashim mengungkapkan rencana pemerintah untuk membagikan ponsel secara gratis kepada masyarakat ini upaya pemerintah mendorong digitalisasi penyaluran bantuan sosial sekaligus memperluas penerimaan negara dari aktivitas ekonomi yang belum tercatat secara formal. Melalui kebijakan tersebut, setiap warga negara Indonesia nantinya akan memiliki rekening digital yang dapat digunakan untuk menerima berbagai bantuan pemerintah. “Setiap warga negara akan diberikan ponsel dengan rekening digital, semua dana akan ada di sana, akan dikirim ke rekening masing-masing, dan di sinilah pemerintah berharap untuk mendapatkan lebih banyak pendapatan,” tutur Hashim. Hashim menyebutkan, pemerintah selama ini telah menyalurkan bantuan tunai kepada keluarga yang membutuhkan melalui berbagai program perlindungan sosial. Ke depan, penyaluran bantuan tersebut direncanakan tidak lagi dilakukan secara tunai, melainkan langsung ke rekening digital masyarakat yang dapat diakses melalui ponsel. Menurutnya, digitalisasi transaksi dan penyaluran bantuan sosial dapat menjadi salah satu cara bagi pemerintah untuk memperluas basis penerimaan negara. Dengan semakin banyak aktivitas ekonomi yang tercatat secara digital, pemerintah diharapkan dapat mengidentifikasi aktivitas ekonomi yang selama ini belum sepenuhnya masuk dalam sistem formal.
Baca Juga: Kelas Menengah Makin Susut, Pemerintah Didesak Perluas Insentif Pajak Hashim mengatakan, dalam rapat kabinet, pemerintah telah menugaskan dua bank, yakni Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI), untuk menyediakan rekening bank bagi 30% penduduk Indonesia yang belum memiliki rekening perbankan atau unbanked.
Ia menyebutkan, angka tersebut merujuk pada data Bank Dunia yang juga menjadi perhatian pemerintah. “Jadi salah satu cara untuk mendapatkan ini dan untuk benar-benar menyerap dan mengumpulkan pendapatan dari ekonomi abu-abu adalah dengan digitalisasi,” kata Hashim. Meski demikian, rencana pembagian ponsel gratis dan pembukaan rekening digital tersebut masih memerlukan kejelasan lebih lanjut mengenai mekanisme pelaksanaan, sasaran penerima, angagran, serta tahapan implementasinya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News