Pemerintah beri bantuan hingga Rp 50 juta untuk bangun rumah korban gempa Lombok



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah berencana akan membantu masyarakat Lombok dalam membangun rumah yang sempat rusak karena bencana gempa. Pemerintah akan mengucurkan dana hingga Rp 50 juta tergantung seberapa parah kerusakannya.

Dirjen Cipta Karya Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danish H Sumadilaga mengatakan, masyarakat akan mendapatkan bantuan berupa uang di mana pemerintah melalui Kementerian PUPR telah menetapkan besaran bantuan sesuai dengan kondisinya.

Dia menjelaskan, untuk rumah yang mengalami rusak berat akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 50 juta, sementara untuk rusak sedang pemerintah akan memberikan bantuan sebesar Rp 25 juta, untuk yang rusak ringan nilai bantuannya Rp 10 juta.


“Gempa itu, tidak membunuh. Yang bunuh adalah bangunan yang runtuh akibat gempa. Untuk itu kita harus jaga bangunan yang dibangun kembali ini bisa tahan gempa,” ujarnya saat ditemu di di Gedung Kominfo, Senin (27/8).

Dia menambahkan, dengan dana yang di berikan oleh pemerintah, masyarakat penerima bantuan itu harus amanah dan menggunakan dananya untuk membangun atau memperbaiki rumahnya yang rusak.

Untuk itu, kementerian PUPR dalam hal ini akan berperan aktif dalam mendampingi masyarakat agar rumah yang dibangun masyarakat secara teknis dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam hal pendampingan, kementerian PUPR pada tahap awal sudah lakukan pelatihan-pelatihan bersama masyarakat. Kendati masyarakat yang dihadapi cukup besar, maka saat ini Kementerian PUPr terus berupaya untuk menjalankan pendampingan.

“Kami memerlukan banyak fasilitator untuk mendampingi kementerian tim kementerian PUPR, untuk membantu masyarakat membangun rumah,” tambahnya.

Menurut data Kementerian PUPR, dilaporkan terdapat 74.000 rumah yang mengalami kerusakan, namun data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terdapat kurang lebih 115.000 yang saat ini tengah dalam proses verifikasi karena data setiap hari terus bergerak.

“Untuk sekolah beberapa hari lalu 330 dilaporkan rusak, tapi kemudian bertambah katanya lebih 400, jadi proses verifikasi jalan terus. Rumah Sakit (RS) ada kurang lebih 118, puskesmas dilaporkan rusak, pasar juga ada 22 yang dilaporkan rusak,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto