Pemerintah Bidik 4 Juta Lapangan Kerja pada 2026, Ekonom: Tidak Realistis



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Ambisi pemerintah mematok target penciptaan 3 juta hingga 4 juta lapangan kerja baru pada tahun 2026 dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 5,4% dinilai terlalu muluk.

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai asumsi yang digunakan pemerintah dalam menyusun target tersebut tidak berpijak pada realitas kemampuan ekonomi saat ini.

Wijayanto menyoroti asumsi setiap 1% pertumbuhan ekonomi mampu menyerap 555.000 hingga 740.000 tenaga kerja dinilai tidak realistis. 


"Target pertumbuhan ekonomi tahun 2026 sebesar 5,4% terlalu optimis. Selain itu, asumsi penciptaan lapangan kerja antara 555.000 hingga 740.000 untuk setiap 1% pertumbuhan ekonomi juga tidak realistis," ujar Wijayanto kepada Kontan.co.id, Kamis (1/1/2026).

Ia membeberkan bahwa kemampuan ekonomi Indonesia dalam menciptakan lapangan kerja per 1% pertumbuhan saat ini hanya berada di kisaran 300.000 hingga 400.000 orang saja. 

Baca Juga: Keringanan Hukuman Pidana Pajak Jika Utang Lunas

Menurutnya, pemerintah perlu lebih realistis dalam memproyeksikan indikator makro agar kebijakan yang diambil tepat sasaran. Pasalnya, jika pertumbuhan ekonomi 5,4% gagal diraih dan daya serap tenaga kerja tetap rendah, beban pengangguran justru berisiko terdampak di kemudian hari.

"Angka saat ini sekitar 300.000 hingga 400.000 saja (per 1% pertumbuhan)," bebernya.

Sebelumnya, Wijayanto turut menyoroti ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) di tahun 2026. Di mana, ini diprediksi masih akan menghantui stabilitas ekonomi Indonesia.

Dia menilai kinerja pemerintah dalam mengantisipasi badai ini masih sangat jauh dari memadai karena gagal menyentuh akar permasalahan struktural.

Menurutnya, Indonesia sedang terjebak dalam masalah deindustrialisasi dan pergeseran dominasi ke sektor informal. Kondisi ini membuat ketersediaan lapangan kerja formal semakin langka, dibarengi dengan kualitas tenaga kerja yang terus menurun.

"Program pemerintah sangat jauh dari memadai. Permasalahan kita struktural. Bukan saja ketersediaan tenaga kerja semakin langka, kualitasnya juga semakin buruk," terangnya.

Lebih lanjut, Wijayanto memproyeksikan angka PHK pada tahun 2026 kemungkinan lebih tinggi dibandingkan tahun 2025. 

Untuk diketahui, pemerintah memasang target optimistis dalam penyerapan tenaga kerja pada tahun 2026 mendatang. Seiring dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi di level 5,4%, pemerintah yakin mampu menciptakan sekitar 3 juta hingga 4 juta lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menyatakan bahwa masifnya penciptaan lapangan kerja ini diharapkan mampu menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT).

"Target lapangan kerja 2026: ekonomi diproyeksikan tumbuh 5,4%, menciptakan 3 juta sampai 4 juta lapangan kerja baru dengan tingkat pengangguran turun ke 4,44–4,96%," ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (30/12/2025).

Baca Juga: Perlambatan Ekonomi Global Berlanjut, DPR Ingin Penguatan Ekonomi Domestik

Selanjutnya: Asuransi Umum Bidik Pertumbuhan Premi Konservatif pada 2026

Menarik Dibaca: Mengawali 2026, Story (IP) Memimpin Kripto Top Gainers 24 Jam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News