KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan pemerintah tengah mencari jalan keluar terkait penetapan tarif untuk sewa lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang kini ditempati oleh pabrik PT Cheil Jedang Indonesia. Pasalnya, Cheil Jedang mengeluhkan besaran tarif yang terus naik. Menurut Luhut, perusahaan asal Korea Selatan itu kini terus berkembang dan telah mencatatkan ekspor sebesar US$ 1 miliar. Mulanya, pada 1990 silam Cheil Jedang membangun pabrik di Jawa Timur dengan luas pabrik 60 hektare di lahan bekas rel kereta api milik KAI. "Karena itu tanah bekas rel kereta api, KAI minta sewa. Nah tarif sewanya naik-naik terus. Jadi perusahaannya khawatir, akhirnya Pak Edy, Dirut KAI, paham masalah ini, jadi kita akan selesaikan," terang Luhut, Kamis malam (6/12).
Pemerintah cari penyelesaian tarif sewa lahan milik KAI yang ditempati Cheil Jedang
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan pemerintah tengah mencari jalan keluar terkait penetapan tarif untuk sewa lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang kini ditempati oleh pabrik PT Cheil Jedang Indonesia. Pasalnya, Cheil Jedang mengeluhkan besaran tarif yang terus naik. Menurut Luhut, perusahaan asal Korea Selatan itu kini terus berkembang dan telah mencatatkan ekspor sebesar US$ 1 miliar. Mulanya, pada 1990 silam Cheil Jedang membangun pabrik di Jawa Timur dengan luas pabrik 60 hektare di lahan bekas rel kereta api milik KAI. "Karena itu tanah bekas rel kereta api, KAI minta sewa. Nah tarif sewanya naik-naik terus. Jadi perusahaannya khawatir, akhirnya Pak Edy, Dirut KAI, paham masalah ini, jadi kita akan selesaikan," terang Luhut, Kamis malam (6/12).