KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menggelontorkan stimulus ekonomi dengan total anggaran Rp 12,83 triliun sepanjang Februari hingga Maret 2026 untuk mendorong mobilitas masyarakat sekaligus menjaga daya beli menjelang Ramadan dan Lebaran Idul Fitri. Dari total anggaran tersebut, sebesar Rp 911,16 miliar dialokasikan untuk program diskon tarif transportasi berbagai moda perjalanan selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran. Sementara itu, Rp 11,92 triliun disiapkan untuk program perlindungan sosial, termasuk bantuan pangan bagi masyarakat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, stimulus ini dirancang untuk memperkuat sisi permintaan (demand side) melalui peningkatan mobilitas masyarakat serta aktivitas konsumsi.
"Nah untuk itu pada tahun ini dalam rangka libur hari besar nasional pemerintah memberikan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi total anggarannya adalah Rp911,16 miliar berasal dari APBN maupun non-APBN,"ujar Airlangga dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026)
Baca Juga: Menkeu Purbaya Pastikan Insentif Pajak Tak Dipangkas pada 2026 Menurut Airlangga, pengalaman periode sebelumnya menunjukkan bahwa kebijakan serupa mampu meningkatkan mobilitas masyarakat dan sektor pariwisata, sehingga turut mendorong pertumbuhan ekonomi. Pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), misalnya, aktivitas ekonomi meningkat dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kuartal IV yang mencapai 5,39%. Data pemerintah menunjukkan mobilitas masyarakat pada periode Lebaran dan Idul Fitri 2025 mencapai 154,62 juta orang, sementara periode Nataru tercatat sebanyak 110,43 juta pergerakan. Sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi secara tahunan (year on year) tercatat sebesar 5,11%. Selain itu, kunjungan wisatawan mancanegara pada Desember mencapai 1,41 juta orang dan wisatawan nusantara mencapai 105,98 juta perjalanan.
Diskon transportasi berbagai moda
Dalam stimulus kali ini, pemerintah memberikan sejumlah insentif transportasi. PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan memberikan diskon tarif sebesar 30% dari harga tiket untuk perjalanan periode 14–29 Maret 2026 dengan target 1,2 juta penumpang. Untuk angkutan laut, PT PELNI memberikan diskon 30% dari tarif dasar pada periode 11 Maret hingga 5 April dengan target 445.000 penumpang. Sementara itu, angkutan penyeberangan PT ASDP Indonesia Ferry akan mendapatkan diskon 100% pada jasa kepelabuhanan pada periode 12–31 Maret, dengan target 945.000 unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang.
Baca Juga: Celios Sarankan Pemerintah Perlu Tambah Insentif Diskon Listrik pada Kuartal I-2026 Adapun sektor transportasi udara menyediakan diskon tarif sebesar 17%–18% untuk kelas ekonomi penerbangan domestik pada periode 14–29 Maret 2026 dengan target 3,3 juta penumpang.
Bantuan perlindungan sosial (Perlinsos)
Di sisi perlindungan sosial, pemerintah akan menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng selama dua bulan kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dari kelompok desil 1 hingga desil 4. Program bantuan pangan tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran Rp 11,92 triliun dan mulai disalurkan pada periode Ramadan atau Februari 2026.
"Dan pemerintah maupun KL yang terkait diharapkan juga bisa mendukung kelancaran logistik untuk penyaluran bantuan pangan," ungkap Airlangga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News