Pemerintah Dorong QRIS Terhubung dengan Sistem Pembayaran Negara BRICS



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia mendorong penguatan kerja sama sistem pembayaran digital antarnegara anggota BRICS, forum kerja sama negara-negara Global South yang kini mencakup Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, serta sejumlah negara anggota lainnya termasuk Indonesia.

Salah satu yang dibawa Indonesia dalam kerja sama tersebut adalah penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Dorongan tersebut disampaikan Staf Khusus Menteri Luar Negeri untuk Penguatan Kebijakan Isu Multilateral sekaligus BRICS Sherpa Indonesia, Tri Tharyat, dalam press briefing Kementerian Luar Negeri RI mengenai hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto pada KTT BRICS serta perkembangan isu terkini politik luar negeri.


Baca Juga: India Dorong Integrasi CBDC Negara BRICS untuk Pembayaran Lintas Batas

Dalam forum tersebut, Tri menjelaskan sejumlah hasil keterlibatan Indonesia dalam KTT BRICS ke-18 di New Delhi, India, yang berlangsung pada 12-13 September 2026.

Salah satu pembahasan yang disampaikan berkaitan dengan penguatan kerja sama ekonomi dan keuangan, termasuk sistem pembayaran digital antarnegara anggota.

Menurut Tri, interoperabilitas sistem pembayaran dapat menjadi salah satu bentuk kerja sama BRICS.

Ia juga menyinggung adanya mekanisme pembayaran digital yang telah digunakan negara anggota BRICS dan dapat menjadi bagian dari pengembangan konektivitas pembayaran antarnegara.

"Indonesia mendorong agar BRICS juga bisa memperkuat kerja sama sistem pembayaran digital, termasuk bagaimana kita bisa mendorong kerja sama antarnegara BRICS dengan menggunakan QRIS," ujar Tri dalam press briefing Kementerian Luar Negeri RI, Kamis (17/9).

Baca Juga: Prabowo Dorong BRICS Terlibat dalam Pembangunan Global hingga 2030

Selain pembayaran digital, Indonesia juga mendorong penggunaan local currency settlement (LCS) dalam kerja sama BRICS. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap mata uang tertentu dalam transaksi antarnegara.

Adapun terkait QRIS, Tri belum menyampaikan negara anggota BRICS mana saja yang akan menjadi mitra implementasi maupun target nilai transaksi. Pemerintah juga belum memaparkan jadwal penerapan QRIS secara spesifik dalam kerangka kerja sama BRICS.

Pembahasan lebih lanjut mengenai sistem pembayaran digital tersebut akan dilakukan melalui kerja sama teknis antarnegara anggota BRICS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News