JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian mendorong petani bawang menanam dari biji atau benih untuk mengendalikan harga bawang agar tidak fluktuatif. Harga bawang merah yang berfluktuatif disebabkan terbatasnya umbi bibit berkualitas. "Karena itu tahun ini Pemerintah melalui Bulog mengimpor benih bawang merah sebanyak 1.500 ton," kata Direktur Perbenihan Hortikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Sri Wijayanti Yusuf pada Festival Bawang Merak di Lombok, NTB, Kamis (8/9). Kelangkaan umbi bibit bawang merah juga disampaikan Candra, petani bawang asal Bima, NTB. Menurutnya, berapa pun umbi bibit yang dihasilkan oleh petani penangkar pasti akan diserap oleh petani. Apalagi jika umbi bibit yang dihasilkan memiliki kualitas tinggi seperti varietas Tuk Tuk dan Sanren.
Pemerintah dorong tanam bawang dari biji
JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian mendorong petani bawang menanam dari biji atau benih untuk mengendalikan harga bawang agar tidak fluktuatif. Harga bawang merah yang berfluktuatif disebabkan terbatasnya umbi bibit berkualitas. "Karena itu tahun ini Pemerintah melalui Bulog mengimpor benih bawang merah sebanyak 1.500 ton," kata Direktur Perbenihan Hortikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Sri Wijayanti Yusuf pada Festival Bawang Merak di Lombok, NTB, Kamis (8/9). Kelangkaan umbi bibit bawang merah juga disampaikan Candra, petani bawang asal Bima, NTB. Menurutnya, berapa pun umbi bibit yang dihasilkan oleh petani penangkar pasti akan diserap oleh petani. Apalagi jika umbi bibit yang dihasilkan memiliki kualitas tinggi seperti varietas Tuk Tuk dan Sanren.