KONTAN.CO.ID-JAKARTA Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengungkap sejumlah investasi di sektor battery electric vehicle (BEV) diduga lebih banyak dimanfaatkan untuk mengoptimalkan fasilitas insentif pajak dibanding memperkuat transfer teknologi dan pengembangan industri domestik. Bimo mengatakan, pemerintah menemukan berbagai celah dalam implementasi fasilitas perpajakan untuk industri kendaraan listrik, terutama pada skema super deduction untuk kegiatan riset dan pengembangan (R&D). Menurut dia, perusahaan penerima insentif kerap lebih cepat menemukan cara memaksimalkan fasilitas dibanding tujuan awal kebijakan yang dirancang pemerintah.
Pemerintah Evaluasi Insentif Pajak Kendaraan Listrik, Diduga Tak Berdampak Maksimal
KONTAN.CO.ID-JAKARTA Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengungkap sejumlah investasi di sektor battery electric vehicle (BEV) diduga lebih banyak dimanfaatkan untuk mengoptimalkan fasilitas insentif pajak dibanding memperkuat transfer teknologi dan pengembangan industri domestik. Bimo mengatakan, pemerintah menemukan berbagai celah dalam implementasi fasilitas perpajakan untuk industri kendaraan listrik, terutama pada skema super deduction untuk kegiatan riset dan pengembangan (R&D). Menurut dia, perusahaan penerima insentif kerap lebih cepat menemukan cara memaksimalkan fasilitas dibanding tujuan awal kebijakan yang dirancang pemerintah.