KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus memperkuat upaya stabilisasi harga beras melalui penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga ke pasar tradisional maupun ritel modern. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keterjangkauan harga pangan di tengah dinamika inflasi pangan yang masih menjadi perhatian. Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kelik Budiana, mengungkapkan bahwa realisasi penyaluran beras SPHP hingga 4 Mei 2026 telah mencapai 178 ribu ton. Jumlah tersebut setara 21,34% dari target penyaluran tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 828 ribu ton. "Target penyaluran beras SPHP tahun 2026 sebesar 828 tibu ton, dan per 4 Mei 2026 realisasi SPHP mencapai 21,34% atau 178 ribu ton," kata Kelik dalam Rapat Koordinasi Inflasi yang dipantau secara daring, Rabu (6/5/2026).
Pemerintah Genjot Penyaluran Beras SPHP untuk Stabilkan Harga Pangan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus memperkuat upaya stabilisasi harga beras melalui penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga ke pasar tradisional maupun ritel modern. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keterjangkauan harga pangan di tengah dinamika inflasi pangan yang masih menjadi perhatian. Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kelik Budiana, mengungkapkan bahwa realisasi penyaluran beras SPHP hingga 4 Mei 2026 telah mencapai 178 ribu ton. Jumlah tersebut setara 21,34% dari target penyaluran tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 828 ribu ton. "Target penyaluran beras SPHP tahun 2026 sebesar 828 tibu ton, dan per 4 Mei 2026 realisasi SPHP mencapai 21,34% atau 178 ribu ton," kata Kelik dalam Rapat Koordinasi Inflasi yang dipantau secara daring, Rabu (6/5/2026).
TAG: