Pemerintah harus serius kembangkan industri susu



JAKARTA. Tingkat produksi susu segar nasional bisa dikatakan stagnan dalam satu dekade ini. Sebab itu, perlu langkah yang progresif dan komitmen yang serius dari Pemerintah untuk mendorong peningkatan konsumsi maupun produksi susu segar nasional.

Terkait hal tersebut, sejumlah pihak meminta pemerintah untuk serius mengembangkan susu nasional serta mendorong Industri Pengolahan Susu (IPS) untuk menyerap susu tradisional dengan harga yang wajar dan kualitas yang kompetitif. “Kami meminta pemerintah serius untuk mengembangkan susu nasional. Salah satunya dengan mengalokasikan anggaran di APBN,” kata Anggota Komisi IV DPR RI dari F-PKS, Rofi Munawar, di Jakarta, Rabu (15/2).Selain itu, lanjut Rofi, pemerintah juga harus memberikan perlindungan harga yang kompetitif dan wajar bagi petani dihadapan IPS. Pasalnya, selama hampir satu dekade produksi susu segar nasional mengalami stagnasi dengan harga yang rendah.Fenomena ini, menurut Rofi, disinyalir terjadi karena minimnya anggaran yang dialokasikan Pemerintah dan lemahnya proteksi harga terhadap peternak dalam negeri dihadapan Industri Pengolahan Susu (IPS) yang lebih mementingkan importasi bahan baku. Selain itu, selama hampir 11 tahun susu segar dalam negeri rata-rata harganya 30 persen jauh di bawah harga bahan baku susu eks impor. Diketahui, harga susu segar dalam negeri dihargai IPS lebih rendah dibandingkan bahan baku susu eks impor. Tahun 2011 harga bahan baku susu eks impor mencapai Rp 4700 sedangkan harga susu segar lokal hanya dihargai Rp 3020 rupiah oleh IPS ditambah insentif yang berkisar antara Rp 380-850 per liter."Jelas ini tidak berimbang dan jauh dari semangat perlindungan terhadap produsen susu segar nasional,“ katanya.Rofi menilai, selama ini, IPS menentukan harga susu segar berdasarkan kualitas susu dan kandungan bakteri (TPC). Namun pada prakteknya, yang terjadi selama ini penentuan kandungan bakteri ditetapkan secara sepihak oleh IPS. Tentu kondisi ini sangat merugikan bagi peternak.Sementara, Anggota Komisi IV DPR RI, Hermanto menyatakan, Indonesia perlu membuat grand design pengembangan sapi perah. Hal ini sebagai upaya untuk memberikan dukungan terwujudnya swasembada susu. Dukungan dapat dilakukan pemerintah melalui program-program yang terencana dan terpadu.Apalagi kebutuhan terhadap susu di dalam negeri begitu tinggi, di mana selama ini sekitar 75% dicukupi dari impor. Padahal sebagaimana kita ketahui susu sangat berperan di dalam upaya meningkatkan kualitas sumberdaya manusia. “Program ini akan memacu peternak susu untuk semakin produktif. Dan disisi lain, kualitas SDM akan semakin meningkat,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News