Pemerintah Impor 105.000 Pikap dari India, Serikat Pekerja & Pengusaha Protes Keras



KONTAN.CO.ID - Jakarta. Kebijakan pemerintah impor mobil pikap dari India menuai penolakan. Kalangan pengusaha dan buruh keberatan dengan langkah tersebut. Pasalnya, industri dalam negeri mampu produksi mobil pikap sendiri.

Untuk diketahui, PT Agrinas Pangan Nusantara yang ditunjuk pemerintah kini tengah merealisasikan impor 105.000 unit kendaraan dari India untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). .

Rinciannya, terdiri atas 35.000 unit mobil pikap 4x4 produksi Mahindra & Mahindra Ltd. (M&M), 35.000 unit pikap 4x4 dari Tata Motors, serta 35.000 unit truk roda enam dari produsen yang sama. Pengiriman kendaraan dilakukan secara bertahap sepanjang 2026. Adapun hingga saat ini, sebanyak 200 unit pikap Mahindra telah tiba di Indonesia.


Baca Juga: Polemik Perjanjian Dagang RI–AS, Ancaman bagi Konsumen Muslim dan Industri Halal 

Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jumhur Hidayat mengecam keras kebijakan impor mobil tersebut. "Tidak ada legitimasi moral, profesional dan sejarah kecuali hanya ingin meraup rente yang bisa membenarkan rencana impor ini", tegas Jumhur dalam keterangan resmi.

Hal ini karena sejak hampir 40 tahun lalu Indonesia malah sudah mengekspor mobil. Bahkan Toyota saja sudah mengekspor lebih dari 3 juta unit sampai pada 2025. Belum lagi merek-merek lainnya seperti Honda, Daihatsu, Mitsubishi dan sebagainya. Ekspor ini pun dilakukan ke lebih dari 80 negara sejak tahun 1987.

"Dengan kinerja ekspor seperti itu, saya ngga habis pikir kok ada pikiran mau ngimpor mobil hingga 105 ribu unit. Itu kan sama saja dengan merendahkan kemampuan bangsa sendiri. Setahu saya Presiden itu gandrung industri. Mudah-mudahan saja kegandrungan itu tidak berubah", keluh Jumhur

Di sisi lain, pasar otomotif dalam negeri sedang menurun. Karena itu, bila ada rencana pembelian produk otomotif besar-besaran yang berasal dari pemerintah harusnya diarahkan untuk membeli produk dalam negeri.

Jumhur mengingatkan, kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) juga marak terjadi di berbagai industri otomotif dalam negeri. Ada juga pengurangan jam kerja untuk mempertahankan agar jangan ada PHK.

Oleh karena itu, kaum buruh di sektor otomotif pasti akan meradang dengan impor tersebut. 

“Mereka kaum buruh yang bekerja di sektor otomotif pasti marah. Karena itu, pemerintah dalam hal ini PT. Agrinas Pangan Nusantara agar mengurungkan rencana impor ugal-ugalan itu. Tidak benar produk otomotif dalam negeri itu tidak bisa bersaing. Dengan jutaan unit mobil diekspor dari Indonesia adalah bukti bahwa produk Indonesia itu kompetitif”, jelas  Jumhur.

Baca Juga: RI Longgarkan Aturan Impor Halal Produk Manufaktur, Pangan, Hingga Pertanian Asal AS

Impor Mematikan Industri Domestik

Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kadin Indonesia, Saleh Husin menilai, impor mobil dalam bentuk utuh (completely built up/CBU) dapat mematikan industri otomotif di dalam negeri, tidak menggerakkan ekonomi, dan sama sekali bertentangan dengan program industrialisasi yang sedang didorong pemerintah.

"Selain tidak sesuai dengan visi dan program kerja Presiden, perusahaan otomotif di dalam negeri menyatakan siap melayani permintaan KDKMP," ujarnya dalam keterangan yang diterima Kontan, Minggu (22/02/2026). 

Saleh menilai, kebutuhan mobil pikap oleh KDKMP perlu dijadikan momentum untuk memajukan industri otomotif nasional. Impor kendaraan dalam bentuk utuh (CBU) disebut berdampak luas terhadap industri otomotif dalam negeri yang sudah dibangun.

Saleh mencermati, industri komponen otomotif yang merupakan backward linkage industri perakitan kendaraan bermotor akan terpukul. Kondisi ini dapat mengancam keberlanjutan produksi mobil di dalam negeri.

Sebab, industri komponen otomotif, seperti mesin, bodi, sasis, ban, aki, kursi, hingga elektronik sangat menentukan kekuatan rantai pasok industri otomotif. 

Perubahan Status ANTM dan PTBA Serta Dorong Program Hilirisasi, Simak Langkah Mind Id
© 2026 Konten oleh Kontan

Selanjutnya: Jadwal Buka Puasa Pontianak: Jangan Sampai Terlambat, Cek Waktunya Hari Ini

Menarik Dibaca: Promo Paket Bukber Burger King Hematnya Bikin Puasa Tenang, Mulai Rp 32 Ribuan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News