Pemerintah Italia incar 15% saham maskapai Alitalia



KONTAN.CO.ID - MILAN. Maskapai penerbangan asal Italia, Alitalia masih berupaya untuk keluar dari masalah keuangan yang membelit. Pemerintah setempat pun tak tinggal diam melihat kondisi ikon dunia penerbangan negara tersebut.

Seperti diberikan Reuters, Senin (8/10), Pemerintah Italia ikut turun tangan dalam upaya penyelamatan Alitalia. Negara tersebut melihat opsi untuk mengambil alih sekitar 15% saham maskapai tersebut. Selain itu, perusahaan milik negara pun bakal ikut dilibatkan dalam aksi penyelamatan ini. Salah satunya termasuk perusahaan kereta api Ferrovie dello Stato.

Pemerintah Italia memang dikabarkan tak bisa membiarkan masalah Alitalia ini terus berlarut-larut. Pasalnya maskapai tersebut telah menjadi simbol dari kebangkitan ekonomi negara tersebut setelah perang. Namun masa jaya Alitalia terbilang telah lewat.


Perusahaan tersebut menghadapi banyak tantangan. Salah satunya adalah kerasnya kompetisi dengan maskapai yang mengandalkan pasar low-cost carrier. Tak hanya itu Alitalia juga mesti berhadapan dengan kereta cepat sebagai kompetitor pilihan warga yang bepergian.

Kondisi makin pelik setelah Alitalia masuk ke dalam pengawasan administrasi khusus sejak tahun lalu. Hal ini disebabkan rencana penyelamatan yang diajukan manajemen ditolak oleh para pekerjanya.

Sebagai bagian dari proses administrasi dalam penyelamatan Alitalia, Pemerintah Italia telah mencari beberapa pembeli potensial untuk mengambil alih maskapai tersebut. Hal itu harus dilakukan sebelum batas waktu pada 31 Oktober mendatang. Selain itu, Alitalia juga mendapat pinjaman sebesar 900 juta euro atau setara US$ 1 miliar agar masih bisa beroperasi sampai saat ini.

Surat kabar lokal Italia juga mengabarkan bahwa maskapai tersebut telah membayar sebagian pinjaman. Namun departemen keuangan telah mengucurkan kembali sebagian dari uang itu di Alitalia untuk mempertahankan sahamnya. Opsi lain adalah dengan mengkonversi utang tersebut menjadi saham.

Masih ada batas waktu sampai 15 Desember nanti bagi Alitalia untuk melunasi pinjaman tersebut. Meski seorang sumber menyebut bahwa pemerintah telah mempertimbangkan peluang untuk memperpanjang masa pinjamannya selama enam bulan.

Di sisi lain, sebagai bagian dari rencana penyelamatan senilai 2 miliar euro oleh pemerintah, Ferrovie dello Stato akan memberikan beberapa asetnya kepada Alitalia untuk membantu kondisi keuangan maskapai tersebut, Sebagai gantinya, aset tersebut akan dikonversi menjadi saham.

Sementara perusahaan lain milik pemeritah, Cassa Depositi e Prestiti juga akan membantu penyelamatan ini. Bank investasi tersebut akan membantu Alitalia dalam hal pembiayaan untuk pembelian pesawat baru.

Sebelumnya, Chie Executive Alitalia Ferrovie dello Stato Gianfranco Battisti menyebut bahwa kerjasama dalam Alitalia dapat menjadi peluang bagi perusahaannya untuk meningkatkan sinergi tekait penjualan tiket dan penentuan rute.

Namun agar rencana tersebut bekerja, pemerintah juga masih harus mencapai kesepakatan dengan investor asing untuk ikut menanamkan uangnya di Alitalia. Dikabarkan investor asing siap mengambil alih 20% hingga 30% saham.

Pemerintah Italia sendiri sudah menjalin pembicaraan dengan sejumlah maskapai asing setelah Alitalia masuk pengawasan adiministrasi khusus. Diantaranya dengan EasyJet, Lufthansa dan Wizz Air yang disebut-sebut telah menunjukan ketertarikannya.Dalam perjalan ke China bulan lalu, pemerintah Italia pun menawarkan saham Alitalia sampai 49% kepada Air China dan China Eastern Airlines.

Editor: Khomarul Hidayat