Pemerintah Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6% di 2027, Konsumsi Rumah Tangga Dikerek



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah memasang target cukup agresif dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 untuk mengejar pertumbuhan ekonomi sebesar 6%.

Sejumlah mesin pertumbuhan ditargetkan tumbuh lebih tinggi dibandingkan sasaran dalam APBN 2026, terutama investasi dan konsumsi rumah tangga.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhammad Misbakhun mengatakan, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tersebut, pemerintah akan memperkuat berbagai agenda transformasi ekonomi nasional, mulai dari peningkatan produktivitas, penguatan investasi, penurunan incremental capital output ratio (ICOR), hilirisasi hingga industrialisasi.


Baca Juga: Wamenkeu Juda Agung di G20: Bawa Agenda Reformasi Indonesia Pro-Pertumbuhan Ekonomi

Dari sisi pengeluaran, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) menjadi salah satu tumpuan utama pemerintah. Investasi ditargetkan tumbuh 7% pada 2027, jauh lebih tinggi dibandingkan target pertumbuhan sebesar 5,2% dalam APBN 2026.

Sementara itu, konsumsi rumah tangga yang menjadi kontributor utama perekonomian juga ditargetkan tumbuh lebih tinggi. Pemerintah mematok pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar 5,4%, naik dari target 5,2% pada APBN 2026.

"Upaya tersebut menjadi instrumen utama untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan inklusif yang ditujukan untuk penciptaan tenaga kerja formal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Misbakhun saat membacakan kesimpulan rapat kerja Komisi XI DPR RI bersama pemerintah, Rabu (2/9/2026).

Baca Juga: DPR Pertanyakan Harga Beras Masih Tinggi, Mentan: Swasta Kuasai 90% Gabah

Misbakhun mengatakan, pemerintah juga akan mempertajam strategi dan memperkuat efektivitas kebijakan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi dari sisi pengeluaran.

Target Pertumbuhan Dari Sisi Pengeluaran RAPBN 2027

Target pertumbuhan ekonomi dari sisi pengeluaran pada 2027 menunjukkan kenaikan dibandingkan target dalam APBN 2026. Beberapa komponen utama yang menopang pertumbuhan ekonomi ditargetkan tumbuh lebih tinggi, yakni:

-Konsumsi rumah tangga: ditargetkan tumbuh 5,4%, naik dari target 5,2% dalam APBN 2026. -Konsumsi pemerintah: ditargetkan tumbuh 5,6%, meningkat cukup signifikan dari 4,3% pada APBN 2026. -Investasi/PMTB: ditargetkan tumbuh 7%, lebih tinggi dibandingkan target 5,2% dalam APBN 2026. -Ekspor barang dan jasa: ditargetkan tumbuh 7,5%, naik dari target 6,7% pada APBN 2026. -Impor barang dan jasa: ditargetkan tumbuh 8,7%, meningkat dari target 7,2% dalam APBN 2026.

"Seluruh komponen tersebut diarahkan untuk menopang pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 6%," kata Misbakhun.

Target Pertumbuhan Berdasarkan Lapangan Usaha

Selain dari sisi pengeluaran, pemerintah juga memperkuat kebijakan dari sisi produksi dengan mengoptimalkan kinerja dan potensi masing-masing sektor ekonomi.

Berdasarkan lapangan usaha, berikut rincin target pertumbuhannya:

• Pertanian, kehutanan, dan perikanan: 5,4% • Pertambangan dan penggalian: 2,4% • Industri pengolahan: 6,1% • Pengadaan listrik, gas, dan air bersih: 3,5% • Pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang: 1,1% • Konstruksi: 5,6% • Perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor: 6,5% • Transportasi dan pergudangan: 8,9% • Penyediaan akomodasi dan makan-minum: 9,4% • Informasi dan komunikasi: 8,1% • Jasa keuangan dan asuransi: 4,7% • Real estat: 4% • Jasa perusahaan: 4,8% • Administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib: 3,5% • Jasa pendidikan: 6,4% • Jasa kesehatan dan kegiatan sosial: 7% • Jasa lainnya: 11,1%

Dengan berbagai target tersebut, pemerintah dan Komisi XI DPR RI mengarahkan kebijakan RAPBN 2027 untuk mendorong transformasi ekonomi sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi sebesar 6% dapat tercapai secara lebih inklusif dan memberikan dampak terhadap penciptaan lapangan kerja serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News