Pemerintah kembali menegaskan kepada masyarakat untuk tidak mudik lebaran



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah kembali menegaskan kepada masyarakat untuk tidak mudik. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) di daerah. Kehadiran pemudik dinilai bisa membuat penyebaran virus.

"Beberapa provinsi bahkan kasusnya 0, jangan sampai ada pemudik malah ada kasus baru," ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo usai rapat terbatas, Senin (4/5).

Baca Juga: Duh, kasus virus corona di dunia tembus 3,5 juta


Masuknya pemudik dinilai menjadi klaster baru di sejumlah wilayah. Hal itu menjadi perhatian untuk mencegah adanya gelombang penularan baru di daerah tersebut.

Doni juga menerangkan pentingnya mudik mengingat fasilitas kesehatan di daerah yang berbeda. Kekurangan dokter juga menjadi kendala di daerah. "Sementara di daerah dokter, perawat, rumah sakit terbatas," terang Doni.

Baca Juga: Refocusing dan realokasi APBD kumpulkan Rp 63,8 triliun untuk penanganan corona

Larangan mudik juga diharapkan didorong oleh pihak selain pemerintah. Antara lain akademisi, dunia usaha, tokoh masyarakat, tokoh non formal dapat menggencarkan ajakan untuk tidak mudik.

Asal tahu saja sebelumnya pemerintah telah mengeluarkan aturan mengenai larangan mudik. Namun, masih ada masyarakat yang dapat menembus penjagaan untuk larangan mudik tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .