KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah optimistis UU Cipta Kerja dan peraturan pelaksananya akan menjadi salah satu solusi Indonesia untuk menghadapi bonus demografi ke depannya. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Anwar Sanusi, berharap, lahirnya UU Cipta Kerja akan tercipta iklim investasi yang lebih kondusif dengan tetap mengedepankan kesejahteraan pekerja/buruh. Selain itu, UU Cipta Kerja diyakini juga mampu mendorong peningkatan produktifitas tenaga kerja dengan mengoptimalkan peran-peran balai latihan kerja.
"Hadirnya UU Cipta Kerja ini juga menjawab tantangan ketenagakerjaan, seperti bonus demografi yang ditandai dengan tingginya angkatan kerja muda, revolusi industri 4.0 yang mendorong lahirnya jenis-jenis pekerjaan baru, future job yang berbasis IT," kata Anwar kepada Kontan.co.id, Kamis (25/2). Baca Juga: Berkontribusi ungkit ekonomi, pemerintah diminta segera sahkan RUU Masyarakat Adat Sementara itu, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mendorong pemerintah menetapkan peta jalan (roadmap) yang jelas untuk mengukur seberapa efektif dampak UU Cipta Kerja terhadap tumbuhnya investasi dan lapangan pekerjaan. “Pemerintah harus membuat roadmap investasi agar bisa secara optimal memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi,” kata Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan, Badan Pengurus Pusat (BPP) Hipmi, Ajib Hamdani.